Lagu “Sakitnya Tuh Disini” yang dinyanyikan oleh Cita Citata saat ini memang sedang populer dan fenomenal. Lagu ini banyak dikenal masyarakat karena liriknya yang sederhana dan mudah diingat. Namun ada kisah unik di balik pembuatan lagu tersebut. Seperti apa pembuatannya?

Lagu “Sakitnya Tuh Disini” ternyata lahir dari pengalaam sakit hati sang penyanyi Cita Citata yang baru saja putus cinta. Padahal, waktu itu dia tengah mempersiapkan lagu perdananya.

Sembari menahan sedih, biduan yang memiliki nama asli Cita Rahayu ini memaksakan diri melakukan take vocal single perdananya berjudul “Kalimerah Athena” ciptaan musisi senior Doel Sumbang. Saat rehat, wajah kusutnya dilihat seorang pencipta lagu. Dari situ kemudian lagu tersebut dibuat.

“Tuh orangnya (sambil menunjuk si pencipta lagu). Iya curhatan Cita juga,” kata Cita usai di studio Trans TV, kawasan Tendean, Jakarta Selatan, seperti dilansir dari Aktual Post, Minggu (16/11/2014).

Keluh kesah Cita kemudian dituang menjadi syair lagu, sekaligus single ke tiga setelah “Kalimera Athena” dan “Perawan atau Janda”.

“Itu kejadiannya dua bulan yang lalu. Sakitnya tuh di sini,” lanjut Cita seraya memegang dada.

Dari situ, nama Cita pelan-pelan dikenal publik. Dia bahkan tak jarang diajak foto bareng. “Kaget, bener apa nggak aku sudah jadi artis. Sadarnya pas jalan-jalan di mall, terus banyak orang yang minta foto bareng aku,” ujarnya.

Yang menarik, Cita Citata merupakan pedangdut pendatang baru. Cewek kelahiran Bandung, 14 Agustus 1994 ini memulai karirnya bukan sebagai penyanyi dangdut, tapi penyanyi jazz yang kerap manggung di hotel dan kafe-kafe.

“Dari kelas 4 SD aku memang suka nyanyi di acara kawinan, di situ aku nyanyi dangdut. Tapi setelah SMA aku nyanyi pop dan belakangan nyanyi jazz. Waktu itu malu nyanyi dangdut, karena dianggap kampungan. Tapi ternyata lebih ke sini, aku lebih suka di dangdut,” kata Cita.

Hinggap dari kafe ke kafe sebagai penyanyi jazz meluaskan pergaulan Cita Citata. Penyanyi kelahiran Bandung ini lantas bertemu dengan musisi Doel Sumbang. Perkenalan dengan Doel akhirnya berbuah manis.

Seperti disebutkan sebelumnya, proses pembuatan lagu ini hanya berlangsung empat hari saja. Di studio rekaman, Cita juga merekam lagu itu sekali dan langsung beres.

“Rekamannya sekali dan hasilnya (menurut produser) bagus. Di lokasi syuting DDS pun, jarang saya retake sampai lima kali. Lagu dan sinetron ini membawa dangdut ke image yang lebih positif. Saya tidak mau dangdut dibilang musik norak. Saya enggak ingin dangdut tidak dipatah-patahkan ke segmen tertentu. Anak kecil, remaja, orang tua boleh menyukai dangdut,” pungkas Cita. (tom)