Sebuah band biasanya terdiri dari seorang vokalis, gitaris, bassist dan juga drummer. Ada juga band yang salah satu anggotanya bermain keyboard selain keempat posisi yang sudah disebutkan tadi. Lebih penting lagi, mereka semua adalah manusia. Namun ada yang unik dari band yang satu ini.

Band ini memiliki vokalis bernama Waldo. Waldo merupakan vokalis utama sebuah band aliran death metal berusia 25 tahun. Tetapi jangan bayangkan dia sebagai pria sangar dengan dandanan ala rocker. Sebab Waldo adalah seekor burung kakaktua.

Burung kakatua jenis Congo African Grey Parrot ini menurut situs Oddity Central, Selasa (18/11/2014) didapuk menjadi vokalis Hatebeak oleh Blake Harrison dan Mark Sloan. Band yang berbasis di Baltimore, Amerika Serikat ini resmi berdiri pada tahun 2003. Blake di posisi gitaris, Mark sebagai penabuh drum, sementara Waldo menjadi vokalis utama.

Kemampuan Waldo pun membawa kesuksesan bagi Hatebeak dengan banyaknya para kritikus yang memberikan pujian. Para krtikus menggambarkan Hatebeak sebagai band death metal yang benar-benar brilian. Bahkan Chris Okon, salah satu penggemar Hatebeak, mengatakan bahwa Hatebeak benar-benar sempurna.

Sepanjang karir mereka, Hatebeak telah menelurkan beberapa single. Misalnya saja “Number of the Beak”, “Beak of Putrefaction”, “Bird Seeds of Vengeance”, dan “The Thing That Should Not Beak”. Dalam lagu-lagu itu Waldo memamerkan kepandaiannya berkicau dan menirukan beberapa kata diiringi musik cadas.

Meskipun telah mengeluarkan beberapa single, Blake dan Mark mengaku bahwa mereka tidak pernah tampil live. Pasalnya, jika tampil secara live akan membuat Waldo tersiksa.

Sayangnya, perjalanan Waldo di dunia musik metal harus berakhir pada tahun 2009. Hal ini dikarenakan band yang telah membesarkan namanya itu harus bubar. Namun sebelumnya, Waldo pernah berkolaborasi dengan Caninus, sebuah band yang dengan vokalis dua ekor anjing. (tom)