Ungu Siapkan Album Terbaru dan Terakhirnya?

Band Ungu kini sedang sibuk menyiapkan album baru mereka yang bertajuk “Mozaik”. Album baru mereka ini sekaligus jadi album ke-12 bila digabungkan dengan album religi.

Album tersebut merupakan penanda kembalinya band Ungu ke dunia musik Indonesia, setelah terakhir merilis album “1000 Kisah Satu Hati” empat tahun yang lalu. Untuk album ini, Ungu sengaja melibatkan 6 MD (Music Director) dalam penyusunan lagunya.

“Hari ini kita mengumpulkan rekan-rekan MD radio di seluruh Indonesia dalam rangka silent earing album baru Ungu, ‘Mozaik’. Kita tinggal mendengarkan reaksi dari teman-teman MD radio,” ujar Pasha saat ditemui di acara Ngumpul-Ngumpul MD Radio with Ungu di Arthotel, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Kapanlagi, Kamis (20/11/2014).

Meski belum menentukan susunan lagu, namun Ungu sudah memilih lagu “Terbaik” sebagai single pertama di album mereka ini. “Tadinya sebenarnya bukan ‘Terbaik’, awalnya ‘Going Down’. Karena kedengarannya terlalu puitis, dari kesepakatan bersama kita putuskan ‘Terbaik’,” terang Enda sang gitaris.

Judul “Mozaik” sendiri dipilih karena mempunyai arti gambar atau citra yang terdiri dari berbagai warna yang seolah acak, tapi ternyata punya keindahan tersendiri.

Menurut Pasha, Enda, Onci, Makki, dan Rowman, album Mozaik jadi bukti pencapaian Ungu selama ini di dunia musik tanah air. Dari yang awalnya band tak dianggap, sampai kini telah sukses dengan banyak hits dan memperoleh berbagai penghargaan serta masuk di deretan band papas atas Indonesia.

Album “Mozaik” nantinya akan berisi 12 lagu yang semuanya baru. Pasha sendiri mengaku bahwa “Mozaik”  adalah album yang penggarapannya paling mewah. Apa beda album ini dengan album Ungu sebelumnya?

“Musiknya agak berbeda, karena kita juga bekerja sama denga beberapa produser salah satunya Irwan Simanjuntak atau Opung. Kalo lagu sih masih soal cinta, standar lah, tapi memang di musiknya yang kita beda,” terang Enda.

“Iya, paling mewah, sedikit royal. Karena kita belum pernah pakai music director sebelumnya. Dan kita sekarang makai 6 music director. Kita cukup puas dengan hasilnya tidak mengecewakan. Tinggal bagaimana hasil kerja kita yang satu tahun ini menuai hasil yang baik,” tambah Pasha.

Meski demikian, muncul isu kalau album ini adalah album terakhir dari Ungu, dikarenakan Pasha sang vokalis akan keluar dari band dan memasuki dunia politik dengan dengan ikut pemilihan kepala daerah di kampung halaman Pasha, Donggala. Namun ternyata isu tersebut dibantah oleh Enda.

“Ungu akan tetap ada, dari awal kita sudah tahu bahwa Ungu adalah rumah. Kita boleh saja terbang kesana kemari, tapi tetap akhirnya kembali ke rumah. Karena bagi kita berlima, Ungu adalah cinta pertama,” papar Enda. (tom)
Mereka Juga Suka Berita Ini
Apa Komentarmu
Tunggu Dong...