Kemarin, 23 November 2014, kota Bandung menggelar acara besar bertajuk Pasar Seni ITB 2014. Pasar Seni ITB adalah acara rutin yang dilakukan oleh civitas Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (FSRD â?? ITB). Ini bukanlah kali pertama dilangsungkan acara ini, Pasar Seni ITB sendiri sudah rutin digelar sejak tahun 1972 oleh FSRD-ITB yang terinspirasi dari Art Fair di New York.

Acara ini mempunyai tujuan untuk memasyarakatkan seni rupa lewat pertemuan antara insan kreatif dari segala macam latarbelakang serta masyarakat. Pasar Seni ITB berlokasi di kampus Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha.

Bagus Agung Nugroho selaku Wakil Ketua Panitia Pasar Seni ITB 2014, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung konsep sehat bagi pengunjung dan lingkungan, misalnya larangan membuang sampah sembarangan bagi pengunjung.

Untuk tahun ini, Pasar Seni ITB mengusung tema berslogan “Antara Aku, Kita dan Semesta”. Pasar Seni ITB 2014 ini menghadirkan 155 stand produk, 114 stand makanan, dan lebih dari 50 seniman dan 5 galeri.

Selain itu, Pasar Seni ITB juga merilis aplikasi resmi yang bisa diunduh melalui App store dan Google Playt bernama â??Mata-Mataâ?.

“Harga di Pasar Seni tidak lazim, lebih murah dibanding di pasar. Barang-barang unik dan terdepan yang jadi incaran spionase industri,” ujar koordinator pelaksana acara, Ignatius Gerry, seperti dilansir Tempo, Senin (24/11/2014)

Selain menghadirkan berbagai stand, panitia juga menyediakan tujuh wahana dan tiga buah panggung pentas musik. Terbukti, acara ini pun disambut positif oleh warga Bandung. Menurut Ketua Panitia Pasar Seni ITB, Raindes Ikag Mahendra, dengan diadakannya Pasar Seni ITB 2014, jalan-jalan utama di Bandung pun mengalami kemacetan.

“Lumayan besar dampak macetnya, bisa sampai ke Jalan Braga, Surapati (Suci), Antapani, dan Pasteur,” tutupnya

(nha)