Jika sebagian orang berpendapat bahwa barang-barang bekas tak berguna lagi, nampaknya kamu salah besar. Pasalnya, wanita cantik ini berhasil menyulap barang-barang bekas yang sudah tak terpakai menjadi lukisan cantik nan indah. Seperti apa kisahnya? Simak cerita selengkapnya di bawah ini.

Wanita ini bernama Ratna Miranti kini sukses menjadi perajin lukisan yang tadinya berawal dari pengumpulan barang-barang bekas. Sebelum bergelut di dunia lukisan, Ratna tergolong rajin dalam mengupulkan kaca, botol, gelas dan barang yang terbuat dari kaca lainnya. Selanjutnya, barang-barang ini dilukis dengan motif cantik.

Dirinya merintis usaha ini sejak tahun 2009 silam. Sebelumnya, Ratna pernah berprofesi sebagai perajin batik. “Saya dulunya suka membatik. Tapi batik makin kesini makin banyak dan makin ketat. Akhirnya saya vakum 2 tahun karena mengurus anak,â? papar Ratna, seperti dilansir KisahSukes, Selasa (25/11/2014).

Ratna mengaku, awalnya ia hanya iseng membeli bahan baku cat untuk batik. Namun, Ratna justru membeli cat untuk kaca. Alhasil, ia pun mencoba melukis di atas kaca.

“Saya salah beli, Malah beli untuk cat kaca. Tapi saya coba untuk buat di botol, di gelas. Ternyata temen-temen suka,â? ungkap Ratna.

Ternyata atas ide isengnya itu, hasil lukisannya justru diminati oleh banyak orang. â??Saya bikin dulu, karena pada dasarnya saya hobi melukis. Waktu itu bertepatan sama Natal, jadi banyak pesanan bernuansa Natal. Pemasaran saya masih mulut ke mulut, di blog, atau bawa ke tempat ibu-ibu arisan,â? urainya.

Untuk mengembangkan usahanya itu, Ratna memperoleh pinjaman modal dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui programnya yaitu Unit Layanan Mikro Madani sebesar Rp 50 juta. â??Untuk nambah modal. Biaya bahan baku dan yang lain,â? katanya.

Hingga sekarang, keuntungan yang diperoleh Ratna dengan produknya yang bernama â??Meerakatjaâ?? ini mencapai Rp 30 juta/bulan. â??Awalnya omzet Rp 3 juta, paling tinggi Rp 5 juta. Karena jualnya juga perorangan. Modal awalnya juga pertama Rp 500 ribu,â? pungkas Ratna

Dalam membuat lukisan di atas kaca, Ratna mengaku tak mudah mengumpulkan bahan bakunya. Ia pun sering memesan botol-botol bekas penjual jamu. Untuk catnya, Ratna menggunakan cat yang diimpor dari Jerman. Untuk semua lukisan kacanya, Ratna memasang harga relatif murah. â??Harganya dari Rp 25 ribu hingga Rp 2,5 juta,â? cetusnya.

Produk lukisan kaca ala Ratna ini sudah tersebar di wilayah Jakarta dan Bandung. Bahkan, sebagia produknya telah masuk ke pasar internasional. Namun, ia tidak secara langsung mengekspor produknya ke luar negeri, melainkan melalui perantara.

â??Kalau yang namanya benar-benar ekspor sih belum. Tapi ada pesanan beberapa orang untuk tujuannya ke luar, Kanada, Jerman, tapi tetap Saya berhubungannya dengan orang Jakarta,â? tutup Ratna.

(nha)