Di Korea Selatan, membuat kimchi itu tidak hanya sebatas mengikuti resep saja. Ada semangat berbagi dan juga identitas masyarakat dalam pembuatan kimchi ini. Pembuatan dan pembagian kimchi ini, yang dikenal dengan sebutan “kimjang”, telah menjadi bagian dari masyarakat Korea Selatan dari generasi ke generasi.

Baru-baru ini, seperti yang dilansir oleh korea.net, Jumat (28/11/2014), kota Seoul baru saja menyelenggarakan festival kimchi yang meriah, 2014 Seoul Kimchi Making & Sharing Festival. Festival yang diselenggarakan mulai tanggal 14 hingga 16 November tersebut diadakan mulai dari Seoul Plaza hingga Balai Kota. Pejabat-pejabat tinggi juga hadir dalam festival tersebut. Tapi yang lebih mengesankan adalah adanya dibuatnya ratusan ton kimchi oleh ribuan sukarelawan.

Awalnya ada sekitar 2.300 sukarelawan yang membuat 130 ton kimchi. Kemudian pada tanggal 14-16 November, ada sedikitnya 3.000 turis yang ikut bergabung. Kemudian pada tanggal 16 itu juga ada sekitar 2.000 turis asal Tiongkok yang ikut terjun dalam proses pembuatan kimchi. Hingga pada akhirnya ada lebih dari 9.000 orang yang membuat kimchi dalam waktu tiga hari dan menghasilkan 265 ton kimchi.

265 ton kimchi yang telah menghabiskan 130.000 butir kol tersebut kemudian disumbangkan ke orang-orang miskin yang membutuhkan. Festival itu pastinya menarik perhatian ribuan orang di sekitar. Banyak yang datang ke festival itu untuk bisa mencicipi kimchi yang masih segar. Orang-orang tersebut datang ke festival ini bukan hanya untuk mencicipi kimchi lezat, tetapi juga untuk bisa merasakan “jeong” atau yang bisa diartikan sebagai ungkapan cinta, kedekatan, simpati, dan sifat berbagi manusia.

Banyak pembuat kimchi yang bukan asli orang Korea. Mereka mengungkapkan rasa bahagianya karena telah menjadi bagian dari acara “kimjang”. Berkumpul dengan banyak orang dan melakukan sesuatu yang bis bermanfaat untuk orang banyak memang benar-benar menyenangkan.

Anda bisa melihat suasana pembuatan kimchi tersebut pada foto di bawah ini. (tom)