Untuk urusan kuliner, Indonesia tak mau kalah dengan negara lain. Terdapat banyak sekali menu-menu khas Indonesia bercita rasa lezat. Tak hanya makanan, sejumlah minuman segar pun bisa ditemui di Tanah Air. Salah satunya adalah Es Tebak.

Terdengar unik ya nama es ini, namun dijamin rasa dari minuman ini sangat enak dan bisa melepas dahaga kamu lho. Ini adalah minuman khas Bukittinggi. Es Tebak dapat dengan mudah dijumpai di sekitar Pasar Atas, Bukittinggi.

Es Tebak merupakan sejenis es campur versi Sumatera Barat yang terbuat dari tape ketan hitam, cincau, kolang kaling, potongan roti tawar dan es serut yang disiram dengan gula merah.

Pastinya kamu masih bingung kenapa dinamai Es Tebak. Nama tebak sendiri adalah sejenis cendol yang terbuat dari adonan tepung beras ketan dan tepung sagu yang dimasak dengan air garam dan kapur sirih.

“Lalu adonan tersebut dicetak seperti cendol tapi lebih keras. Nah untuk es serutnya masih tetap menggunakan yang tradisional. Es batunya dijepit dengan besi dan memiliki roda pemutar disamping yang digerakkan dengan tangan,” jelas Uni Dyah, selaku penjual Es Tebak, seperti dilansir Kompas, Kamis (04/12/2014)

Uni Dyah mengatakan bahwa dirinya sudah berjualan minuman ini sejak 10 tahun lalu. Selain Es Tebak, Uni Dyah juga menjual minuman lain yang terbuat dari fermentasi susu kerbau yang diletakkan di dalam potongan bambu. Minuman ini bernama Ampiang Dadiah.

“Orang bilang yogurt padahal dadiah ini bentuknya lebih keras tapi lembut. Cocok sekali jika dimakan dengan ampiang sejenis beras pulut. Nanti disiram dengan es dan gula merah,” tandas Uni Dyah.

Ampiang Dadiah harus terbuat dari susu kerbau, tidak boleh menggunakan susu sapi. “Harus susu kerbau. Biasanya diambil dari susu kerbau yang beranak kecil,” pungkasnya.

Uni Dyah menjual kedua jenis minuman ini seharga Rp 15.000 per mangkok. Cukup murah kan JBers!

(nha)