Kewajiban seorang raja adalah untuk mengatur, menjaga serta melindungi rakyatnya. Namun, rupanya seorang raja dari Afrika memiliki cara yang unik dalam mengatur dan memerintah kerajaannya sendiri. Ia mengatur kerajaannya dengan menggunakan Skype.

Togbe Ngoryifia Cephas Kosi Bansah alias Raja Bansah adalah seorang raja dari Afrika yang memimpin kerajaan Hohoe. Ia mulai bertakhta pada tahun 1987. Raja Bansah dipilih sebagai raja Hohoe meneruskan kakeknya yang telah meninggal.

Dilansir dari Oddity Central, Minggu (7/12/2014), rupanya ia dipilih sebagai raja karena ayah dan kakak laki-lakinya kidal. Hal tersebut dianggap sebagai hal yang memalukan dan mencerminkan indikasi ketidakjujuran di Hohoe.

Raja berusia 66 tahun ini memutuskan untuk meninggalkan Hohoe dan menetap di Jerman. Karena saat itu ia adalah seorang mahasiswa jurusan valuta asing yang kuliah di Jerman. Raja Bansah tinggal bersama istrinya, Gabriele, dan menjalankan bisnis perbaikan mobil.

Meskipun ia menetap di Jerman, namun Raja Bansah tidak melupakan tugasnya sebagai seorang raja. Ia memantau 200 ribu rakyatnya lewat Skype dan telepon. Bahkan ia sering terjaga hingga larut malam untuk berkomunikasi dengan rakyatnya dan memutuskan kasus sengketa suku.

Selain itu, ia juga mengkampanyekan mengenai kerajaannya secara luas agar semakin dikenal oleh negara lain. Raja Bansah juga membantu mengamankan bantuan medis dan mengirim peralatan penyaring air bersih untuk rakyatnya.

Namun, baru-baru ini Raja Bansah mengalami pencurian yang terjadi di rumahnya. Ia telah kehilangan empat mahkota emasnya, dan beberapa tanda-tanda kebesaran kerajaan Hohoe. Barang-barang yang dicuri berumur ratusan tahun dan bernilai total USD 25 ribu atau sekitar Rp 309 juta.

Ternyata ada juga orang Afrika, apalagi dia adalah petingginya, yang melek teknologi dan bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk kemajuan kerajaannya. (tom)