Ketika suatu permasalahan hadir dalam hidup kita, tak sedikit orang yang memikirkan hal itu. Saking terbawa pikiran dan tak tau harus mengatasi masalah itu seperti apa, timbullah gejala depresi pada diri orang itu sendiri.

Jika sudah terbawa dalam kondisi depresi, seseorang pun akan seperti tak tahu arah. Berhati-hatilah jika depresi terjadi pada kaum wanita, terutama wanita tua.

Pasalnya, wanita tua diklaim lebih mudah mengalami depresi dibandingkan wanita muda. Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Pusat Statistik Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat.

Hal ini pun sudah diteliti secara seksama dengan melibatkan sejumlah wanita paruh baya dengan usia 40-59 tahun. Temuan ini menghasilkan data bahwa 9.5% wanita paruh baya dan 5.6% pria paruh baya mudah sekali mengalami depresi.

Penelitian ini telah dilakukan selama tiga tahun. Dengan kata lain, peningkatan level depresi pada perempuan terjadi berdasarkan perubahan usia mereka.

Seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/12/2014), sebanyak 90% dari kasus wanita paruh baya yang mengalami depresi dipicu oleh gejala-gejala yang terjadi di rumah, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosialnya.

“Sebagian besar di antaranya mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, yang semakin memperparah depresi,” ujar Simon Rego, pemimpin dari pelatihan psikologi di Montefiore Medical Center.

Lebih lanjut Rego menuturkan, anehnya dari banyaknya kasus depresi pada wanita tua, hanya sedikit dari mereka yang memutuskan untuk berobat ke psikiater, atau dokter jiwa.

Alasannya adalah kesadaran masyarakat akan bahaya depresi ini memang belum dipahami betul, sehingga penanganannya pun masih asal-asalan. Mereka lebih memilih untuk memendam perasaan yang mereka rasakan daripada mengatasi depresi yang dialaminya.

Sebaiknya, penderita depresi harus berobat ke psikiater. Jangan sampai mendiami kondisi itu hingga waktu yang lama. Takutnya, akan berpengaruh kepada gangguan jiwa maupun mental. (nha)