Mie instan merupakan penyelamat di kala lapar dan minim budget, karena cara memasaknya yang sangat mudah dan harganya yang murah membuat makanan yang satu ini begitu digemari. Tak hanya itu, produsen pembuat mie instan pun menawarkan banyak pilihan rasa yang membuatnya semakin disukai.

Namun dibalik kelezatan mie instan, banyak bahaya yang terkandung di dalamnya. Apalagi ketika dikonsumsi secara berlebihan. Berikut ini ada tips yang bisa diikuti untuk bisa terhindar dari bahaya mi instan.

1. Jangan Pakai Air Rebusan Mie

Ketika ingin memakai mi, khususnya mie kuah, hindari penggunaan air rebusannya sebagai kuah. Pastikan kuah mi adalah air rebusan yang baru dan bukannya yang bekas pakai untuk merebus mie. Hal ini karena dalam air rebusan mi terdapat banyak zat kimia dan residu yang berasal dari mi yang direbus. Merebus mie mengurangi beberapa persen kandungan kimia serta bahan pengawet yang ada pada mie.

“Kalau masak mie itu kan saat merebusnya air tidak jernih. Itu residunya (ampas atau endapan bahan kimia). Saat kita buka kemasan mie itu masih ada tepung-tepungnya gitu air rebusan pertama yang menyerapnya, jadi jangan dipakai. Sajikan dengan air panas yang masih bersih,” kata Lucky Andreono, juara masterchef Indonesia 2012 seperti yang dilansir dari Dream (Selasa, 16/12/2014).

2. Jangan Makan Mie dengan Nasi

Masih banyak orang Indonesia yang makan mie menggunakan nasi, padahal keduanya sama-sama mengandung karbohidrat. Ketika mie dan nasi disatukan sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh apalagi jika dikonsumsi dalam waktu yang panjang. Akibatnya tubuh akan bertabah “melar” karena dalam seporsi mie dan nasi mengandung 600-700 kalori. Jika terlalu sering akan membuat tubuh cepat gemuk.

“Namun yang paling berbahaya adalah adanya kandungan bahan pengawet, MSG (monosodium glutamat), dan bahan pewarna makanan yang ada di dalam mi instan,” ungkap dr Patricia Wijaya, dokter ahli kecantikan dari Beauty Inc seperti yang dilansir dari kompascom (16/12/2014).