Satu lagi putera bangsa yang berprestasi dan memberi banyak manfaat untuk orang banyak. Khoirul Anwar, yang tadinya merupakan anak seorang petani di pelosok desa di Kediri itu kini menjadi seorang ilmuwan ternama, dirinya bahkan berhasil menciptakan teknologi transmitter yang kini tidak asing di dunia telekomunikasi yakni teknologi 4G.

Khoirul Anwar lahir di Kediri pada 22 Agustus 1978, Ia merupakan anak dari pasangan Siti Patmi dan Sudjianto. Lahir dari keluarga dengan ekonomi sulit tak membuat Khoirul patah semangat. Sang ibu pun hingga rela bekerja keras demi menyekolahkan putera kesayangannya tersebut. Sedangkan saat masih duduk di Sekolah Dasar, Khoirul harus rela ditinggalkan sang Ayah.

Tapi seiring berjalannya waktu, kegigihan Khirul dalam dunia pendidikan pun berangsur membaik. Khoirul berhasil mendapatkan beasiswa berkuliah S-1 di ITB, Bandung dan berhasil lulus dengan gelar cumlaude pada tahun 2000.

Ia kembali mendapatkan beasiswa dan menempuh pendidikan S-2 di Jepang, tepatnya di Nara Institute of Science Technology (NAIST) hingga kuliah S-3, Khoirul mendapat beasiswa lagi di universitas yang sama.

Dikutip dari jpnncom (Rabu, 17/12/2014), saat sedang menjalankan studi doktoralnya, Khoirul berhasil menci[takan teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Hal ini timbul karena saat itu dia merasakan adanya problem power pada wifi. Kini teknologi tersebut dikenal di berbagai dunia dengan nama 4G LTE.

Teknologi 4G LTE sudah diguanakn oleh perusahaan telekomunikasi di berbagai negara termasuk di Indonesia. Walaupun awalnya temuannya itu mendapat cacian dari bbeberapa negara. Namun akhirnya 4G miliknya diakui negara adi daya Amerika Serikat dan kini mendunia.

Karena penemuannya yang hebat itu, Khoirul mendapat banyak sekali penghargaan seperti dari IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006 di California, dan yang paling baru adalah Bakrie Award, dimana Khoirul dinobatkan sebagai ilmuwan muda berprestasi karena di usianya yang baru 36 tahun, Ia sudah menciptakan sesuatu yang fenomenal.(dea)