Tak ada wanita manapun yang ingin mengalami perceraian, namun di kala itu sudah terjadi dan tidak bisa dihindari mau tak mau wanita pada akhirnya harus menjalani kehidupannya sebagai single mother. Menjalani hidup sebagai single mother tidaklah mudah. Mulai dari tidak ada lagi yang menyokong finansial sampai cibiran orang terhadap status baru yang disandang.

Tapi menjadi single mother tak selamanya buruk, seperti yang ditunjukkan oleh Aan Wisginanjarsih, Ia lebih memilih bangkit dari keterpurukan daripada menyesali hidupnya setelah bercerai.

Dikutip dari Vemale (Selasa, 23/12/2014), Aan merupakan seorang single mother yang masih berusia 38 tahun. Aan memiliki anak yang kini berusia 10 tahun. Ia harus mengalami pahitnya perceraian pada 2010. Saat itu, Aan merasa dunianya hancur, Ia tidak bisa bekerja dan hanya mengurus anak yang masih kecil.

Setelah beberapa minggu, Ia meyadari dirinya tak boleh berlama-lama dalam keadaan seperti itu. Ia berdoa pada Tuhan agar diberi kekuatan untuk menata ulang hidupnya.

Banyak saudara dan orangtua Aan yang ingin membantu, namun dia tidak terlena dengan tawaran tersebut. Dia lebih memilih menggunakan uangnya yang sebesar Rp 2,8 juta dan membuka usaha kecil-kecilan yakni usaha servis komputer. Pagi harinya, Aan mengurus keperluan anak dan mengantarnya sekolah, pada siang hari, Aan menjalankan bisnis servis komputer dan laptop rusak.

Tak hanya itu, dengan uang yang pas-pasan, Aan memasang iklan untuk membeli laptop atau komputer rusak/mati. Semuanya dilakukan sendiri.

Melakukan semua pekerjaan yang biasa dilakukan pria tidaklah mudah apalagi memiliki seorang anak yang harus diurus dengan baik. Aan tidak menyerah, walaupun setiap hari Ia hanya tidur 2-3 jam saja.

Tapi dengan ketekunan dan kerja keras. Usaha servis laptop dan komputernya itu berkembang pesat dan kini sudah memiliki sembilan karyawan. Bahkan kini dia memiliki usaha lain yakni usaha klinik kecantikan, property developer, dan beberapa usaha yang lain. Usahanya sudah cukup terkenal di Palembang. Bahkan rencananya Aan akan membuka bisnis baru di Eropa.

Hikmah dar pelajaran hidup Aan ini adalah tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha dan berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. Walaupun menjadi single mother dan melakukan semuanya sendiri, berkat tekadnya yang kuat kini dia sudah memiliki banyak bisnis dalam kurun waktu kurang dari empat tahun.(dea)