Ahmad Dhani, Yahudi, dan Lagu Cinta

Ahmad Dhani, Yahudi, dan Lagu Cinta

3206

Penggemar teori konspirasi percaya bahwa ada kekuatan tersembunyi yang ingin menguasai dunia. Kekuatan ini, yang konon menjelma dalam masyarakat rahasia seperti Freemasonry atau Iluminati, sering dihubung-hubungkan dengan Yahudi. Mereka diyakini akan mendirikan sebuah pemerintahan tunggal dengan satu agama; satu ras penguasa; dan satu mata uang.

Uniknya, semua orang yang berperilaku “agak menyimpang” dari kebiasaan plus kerap menggunakan lambang-lambang tertentu yang berkaitan dengan Freemasonry atau Iluminati, sering dituduh sebagai agen kedua masyarakat rahasia ini. Kalau tidak ia akan disebut sebagai agen Yahudi. Ada beberapa nama seperti almarhum Gus Dur atau Ahmad Dhani. Padahal, kedua tokoh ini sebenarnya sangat jauh dari kegiatan Freemasonry atau Iluminati; apalagi Yahudi.

Sebagai contoh, Ahmad Dhani. Bos manajemen Republik Cinta ini dituduh menjadi agen Yahudi di bidang musik. Lagu-lagunya sering dianggap menyampaikan pesan keagamaan yang menyimpang. Kadang, bahkan ia dituduh mencekoki remaja Indonesia dengan pemujaan terhadap cinta (yang tingkatnya rendah).

Lirik “Satu”

Padahal, jika kita mau membaca lebih dalam, lirik-lirik lagu buatan Ahmad Dhani, terutama di Dewa 19, sangat kaya dengan pemujaan terhadap Tuhan. Misalnya, lirik lagu “Satu” yang kontroversial. Konon lirik lagu ini bermuatan paham Manunggaling Kawula Gusti (Bersatunya Khalik dan Makhluk). Kita bisa melihat hal lain. Cermati lirik ini.

dengan tanganmu, aku menyentuh

dengan kakimu, aku berjalan

dengan matamu, aku memandang

dengan telingamu, aku mendengar

dengan lidahmu, aku bicara

dengan hatimu, aku merasa

Bandingkan lirik ini dengan sebuah hadis qudsi, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang kepadanya. Amalan hamba yang paling Aku cintai apabila ia mengerjakan kewajiban yang Aku perintahkan kepadanya. Kemudian hamba-Ku itu memperbanyak ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku (menjaga) pendengarannya saat ia mendengarkan, pandangannya saat ia memandang, tangannya yang ia gunakan, dan kakinya saat ia berjalan. Jika dia meminta-Ku pasti Aku beri, jika ia berlindung kepada-Ku pasti Aku lindungi dia. Tidak ada keraguan yang Aku kerjakan seperti saat menarik nyawa hamba-Ku yang mukminin; ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya.”

Lirik “Pangeran Cinta”

Ada lirik lain yang menarik disimak, yaitu “Pangeran Cinta”. Entah mengapa, frase “Pangeran Cinta” dijadikan sebagai ucapan jika seseorang dianggap sebagai playboy. Pangeran cinta seolah hanya dekat dengan pengejaran seorang lelaki terhadap banyak perempuan. Padahal, Pangeran Cinta adalah julukan seorang sufi, Ibnu al-Farid (yang terkenal dengan “Ode Anggur” [Khamriyyah]). Ibnu al-Farid sering menuangkan perasaan cintanya kepada Allah melalui sajak-sajak yang penuh tamsilan.

Lirik Lagu Lainnya

Sebenarnya, jika mau diurutkan, masih banyak lagi lirik lagu buatan Ahmad Dhani yang penuh dengan pesan cinta kepada Allah. Ada lirik “Kosong” yang berbunyi “di dalam keramaian aku selalu merasa sepi, sendiri memikirkan kamu”. Lirik ini jelas terilhami dari sebuah latihan para sufi, “bersendiri (bersama Allah) ketika berada dalam keramaian”. Praktiknya berupa zikir lahir dan batin (tidak hanya zikir dengan tasbih, tapi segala gerakan manusia mesti senantiasa mengingat Allah, dalam keadaan apa pun).

Masih ada pula lagu “Hidup ini Indah”, “Aku Bukan Siapa-Siapa” (untuk The Rock), “Mistikus Cinta”, “Dimensi”, “Nonsens”, “Hadapi dengan Senyuman”, dan sebagainya.

Maka, alih-alih dianggap agen Yahudi, semestinya Ahmad Dhani justru bisa dianggap sebagai salah satu pendakwah agama (tanpa perlu berlaku seperti para pendakwah lain) dan ajaran tentang keberadaan Tuhan untuk remaja Indonesia. Kalau ada yang mempermasalahkan bahwa Ahmad Dhani terlalu menjunjung tinggi cinta, ada sebuah pepatah sufi, “Cintalah yang menciptakan kosmos”. Tentu cinta dalam hal ini adalah Cinta Allah.

 

Fitra Firdaus Aden

(penulis buku The Hidden History: Menguak Konspirasi Yang Mengguncang Dunia [Pustaka Radhiya, 2011])

Apa Komentarmu?

penulis lepas di beberapa tempat :D :D