Kulkas merupakan salah satu barang elektronik yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Fungsinya adalah mendinginkan bahan makanan, buah, dan sayuran. Selama ini kita tahu bahwa kulkas memerlukan energi listrik untuk tetap menyala.

Namun dua orang siswi asal SMA Negeri 2 Sekayu, Sumatera Selatan, berhasil menciptakan sesuatu yang baru dan unik. Keduanya menciptakan kulkas tanpa listrik dan tanpa freon. Kulkas tersebut berhasil memukau hingga ke Amerika Serikat.

Dikutip dari kemdiknas (Senin, 29/12/2014), siswi berprestasi tersebut yakni Muhtaza Azziya Safiq (Moza) dan Anjani Rahma Putri (Jani) berhasil dua penghargaan sekaligus di ajang Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Moza dan Jani
Moza dan Jani

Jani dan Moza meraih penghargaan dalam kategori Engineering, Materials, & Bioengineering dan The Development Focus berkat karya merea yang menakjubkan yang diberi nama Green Refrigant Box (kulkas tanpa listrik dan tanpa freon). Keduanya berhasil menemukan ide ini karena sebelumnya mengadakan kunjungan ke petani buah dan pasar tradisional yang ada di daerah asalnya.

Dari kunjungan mereka ditemukan banyak petani buah yang menjual buah dalam keadaan busuk karena tidak ada nya kulkas di pasar. “Potensi buah-buahan di daerah kami cukup besar tetapi para petaninya menjual buah-buahan yang busuk di pasar karena kendala jarak yang jauh, sarana transportasi yang minim dan tidak adanya pasokan listrik. Dari hal itu kita ingin membantu mereka,â? ujar keduanya.

Kedua siswi tersebut kemudian menciptakan barang baru dan simpel yang bisa dipakai para petani buah di pasar. Kulkas yang mereka ciptakan merupakan sebuah kotak plastik, namun nantinya bisa dipakai untuk mendinginkan buah-buahan sehingga tidak cepat busuk.

Bermula dari kegiatan ingin menolong sesama, akhirnya keduanya berhasil mendapatkan penghargaan di ajang internasional dan diakui oleh negara lain.(dea)