Berawal dari usaha kaki lima, seorang ibu muda kini sudah memiliki sembilan cabang kedai kopi di Sidoarjo. Meskipun awalnya kesulitan karena masalah modal, namun dengan kerja keras dan doa, Ia kini telah berhasil membuka kedai kopi yang hampir sekelas dengan “Starbucks”.

Dilansir dari jpmi.or.id (Selasa, 20/12/2014), Yayank S. Sahara atau yang akrab disapa Yayank ini membuka usaha kopi miliknya pada tahun 2010 silam. Saat itu Ia lebih memilih untuk keluar dari pekerjaan lamanya sebagai pegawai untuk jadi pengusaha. Dengan hanya bermodal Rp 6 juta, Yayank dibantu suami membuka kedai kopi kaki lima bernama “Coffezone”.

Yayank membuka Coffezone awalnya di sekitaran GOR di Sidoarjo, Jawa Timur.

â??Ketika aku kerja punya ide buka usaha, mulai batik busana muslim anak, cuma jalannya kurang sukses terus saya kelur kerja bikin usaha kopi. Cuma waktu itu, modalnya dari uang pesangon, ternyata uang pesangon itu nggak cukup bikin satu kafe. Akhirnya kita buka konsep PKL di Gor Sidoarjo tapi menu yang kita sajikan kopi bintang lima,â? tutur Yayank.

Setelah berjalan beberapa bulan, Yayank pun mulai memiliki pelanggan tetap. Bahkan ada yang sampai ingin membuatkan kafe untuk usaha kopinya ini. Melalui kemitraan, akhirnya Yayank membuka kafe milik pelanggannya namun dikelola langsung oleh Yayank.

Coffezone kini telah membuka 9 cabang kafe di sekitaran Surabaya hingga Kupang, Nuas Tenggara Timur. Dibawah Coffezone Indonesia, Yayank kini telah sukses sebagai pengusaha kopi. Omzetnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Soal harga, kopi Coffezone ini tidak terlalu mahal. Harga satu gelas minuman kopi hanya dibanderol dari harga Rp 10.000 hingga Rp 20.000. Harga minuman Rp 10.000 sampai Rp 20.000 masih terjangkau untuk kelas mahasiswa,â? pungkasnya.(dea)