Bisa berbahasa Inggris banyak dianggap turis sebagai salah satu modal jika ingin liburan ke luar negeri. Tapi nyatanya, tanpa harus mahir berbahasa Inggris pun kamu tetap bisa bepergian ke luar negeri. Berikut 5 tips wisata ke luar negeri jika tak bisa bahasa Inggris, dilansir dari Detikcom, Senin (5/1/2015).

1. Gunakan bahasa isyarat

Nekat ke luar negeri padahal tidak bisa berbahasa Inggris, kamu bisa menggunakan bahasa tubuh atau bahasa isyarat. Bahasa tubuh yang juga sering disebut bahasa Tarzan ini hampir diketahui semua orang. Sebagai contoh, jika ingin membeli minuman, kamu bisa dengan hanya menunjuk jenis minuman yang diinginkan tanpa mengeluarkan kata-kata. Untuk membayar pun kamu tinggal mengeluarkan dompet dan beberapa lembar uang sebagai isyarat ingin membayar.

2. Membawa kamus

Kamus jadi barang yang wajib dibawa jika ingin keluar negeri tapi tidak bisa berbahasa Inggris. Carilah arti bahasa yang diinginkan dengan kamus. kamu bisa membawa kamus dalam bentuk buku atau yang lebih praktis adalah aplikasi kamus di ponsel. Dengan aplikasi ini, Anda hanya tinggal memasukkan kata atau bahkan kalimat dan kemudian bisa langsung keluar kata terjemahannya. Usahakan mencari aplikasi yang bisa digunakan tanpa harus tersambung internet. Ini berguna jika ponsel Anda tidak berlangganan internet selama berada di negara tujuan.

3. Pakai kalkulator saat belanja

Tawar menawar harga saat belanja jadi salah satu kendala turis, khususnya saat membeli oleh-oleh. Untuk yang satu ini, kamu bisa memanfaatkan kalkulator. Ketik harga yang diinginkan lalu tunjukkan kepada penjual. Umumnya, para penjual mengerti dan akan mengetik kembali harga yang ia tawarkan.

4. Membawa peta

Biasanya, untuk menemukan suatu destinasi, turis akan bertanya kepada warga sekitar. Namun, karena kesulitan berbahasa Inggris, kamu bisa bertanya sambil menunjukkan peta. Jadi, penduduk lokal bisa memberi tahu sembari mengarahkan pada peta.

5. Sedia foto tempat tujuan

Supaya tidak salah masuk tempat, pastikan kamu telah memiliki foto terbaru destinasi tujuan. Jadi, begitu sampai di lokasi, kamu bisa membandingkan antara foto dengan tempat aslinya. Kamu juga bisa menggunakan foto tempat tujuan itu untuk bertanya pada warga lokal untuk ditunjukkan arahnya. (tom)