Sudah lebih dari 10 hari lamanya pencarian korban dan puing-puing pesawat AirAsia QZ 8501 dilakukan. Sudah banyak pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan oleh semua pihak. Tak terkecuali pencarian para korban yang dilakukan oleh tim Badan SAR Nasionan (Basarnas). Sejak pesawat AirAsia QZ 8501 dinyatakan hilang, tim basarnas dan para relawan dengan sigap dan tak kenal lelah melakukan pencarian.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, dikutip dari kompas.com (Kamis, 8/1/2015), matanya terlihat selalu memerah setiap kali ditanyai informasi seputar AirAsia QZ 8501. Ia mengaku bahkan dari hari pertama hingga hari kesepuluh dirinya belum sempat pulang ke rumah.

Biasanya tugas akan selesai pada pukul 01.30 – 02.00 WIB dan kembali lagi ke kantor diharuskan pukul 05.00 WIB. Katanya hanya selisih waktu yang sedikit membuat dia tidak bisa pulang ke rumah. “Itu kan nanggung kalau pulang. Baru sampai rumah, istirahat sebentar, sudah pergi lagi,” ujar Soelistyo saat ditemui di Kantor Basarnas.

Sementara itu para penyelam yang merupakan gabungan dari Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Pengintai Amfibi (Taifib) TNI Angkatan Laut yang berjumlah 66 orang menghadapi banyak kesulitan selama pencarian para korban akhir-akhir ini. Selain karena cuaca yang buruk, air yang keruh dan dingin juga menyulitkan para tim pencari. Bahaya lain pun mengintai seperti para predator laut yang siap memangsa.

“Ya pasti mengundang (predator laut) dengan kondisi jenazah yang sudah alami proses pembusukan,” ujar Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut Pelaut Hari?s Bima seperti yang dikutip dari bsuksescom.

Perjuangan tim basarnas lainnya adalah dari relawan. Ada salah satu relawan wanita yang namanya saat ini sedang banyak dibicarakan publik. Ia adalah Yusniar Amara. Wanita yang akrab disapa Yus ini merupakan seorang atlet selam asal Aceh yang bergabung dengan Basarnas sejak tahun 2002.

Ketahanan fisik dan mental menjadi kelebihan istimewa dari wanita yang bercita-cita jadi guru ini. Dia juga adalah satu-satunya wanita yang rutin diturunkan tim SAR untuk operasi pencarian.(dea)