Tahun 2014 lalu seluruh penduduk dunia dilanda tren memotret diri sendiri, atau dikenal dengan istilah selfie. Semua kalangan, tak terkecuali dari kalangan orang biasa maupun pejabat, gemar selfie dan memamerkannya di situs jejaring sosial yang mereka miliki. Tetapi sebuah studi membuktikan ada dampak tersendiri dari selfie yang mempengaruhi kejiwaan pria.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Ohio, Amerika Serikat, membuktikan bahwa pria yang narsis berselfie punya potensi kelainan jiwa atau psikopat. Jiwa lelaki yang sering selfie rupanya haus perhatian dan empati dari orang lain, apalagi ketika foto tersebut dibagikan di sosial media.

“Tidak mengejutkan ketika pria yang suka memposting foto selfie dan menghabiskan banyak waktu untuk mengedit foto adalah lelaki yang narsis,” terang asisten profesor komunikasi, Jesse Fox seperti dilansir dari Dazed Digital, Jumat (9/1/2015). “Tetapi ini pertama kalinya hal itu benar-benar dikonfirmasi dengan penelitian.”

Jesse juga memaparkan bahwa pria yang suka selfie terbukti anti-sosial. Para pria tersebut ingin terlihat menarik, pintar dan lebih baik dari orang lain.

“Hal yang lebih menarik adalah bahwa mereka juga memiliki potensi lebih tinggi dari yang lain mengenai ciri kepribadian anti sosial, psikopat dan lebih rentan terhadap objektivikasi diri,” sambungnya.

Objektivikasi diri, menurut Jesse, adalah perilaku yang menjadikan diri sendiri sebagai obyek atau benda, alias tidak memanusiakan diri. Ini membuat seseorang mengalami depresi, menghilangkan performa kognitif dan mengalami kelainan makan.

Yang mengejutkan, hal semacam ini biasanya hanya terjadi pada wanita. Namun studi ini berhasil membuktikan bahwa objektivikasi diri terjadi juga pada lelaki yang terlalu sering memposting foto di sosial media.

Apakah kamu termasuk salah satu lelaki yang gemar melakukan selfie? Sebaiknya kamu berhati-hati, karena bisa jadi kemungkinan kamu memiliki ciri-ciri psikopat. (tom)