Siapa bilang keliling dunia harus berbiaya mahal atau memiliki pekerjaan dengan jabatan tinggi terlebih dahulu baru bisa berjalan-jalan ke luar negeri? Jika Anda masih berpikir seperti itu, berarti pikiran Anda masih sempit. Buktinya, ada orang yang bisa berjalan-jalan keliling dunia tanpa harus memiliki kerjaan tetap.

Dikutip dari andriewongsocom (Sabtu, 10/1/2015), Derek Earl Baron adalah seorang pria yang berusia 37 tahun, dirinya sukses telah berkeliling lebih dari 80 negara di dunia, Meskipun dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap tapi penghasilannya melimpah. Apa rahasianya?

Ia selalu berpindah dari negara satu ke negara lainnya, tak terasa sudahh 14 tahun ini dia melakukan kegiatan seperti itu. Ia dengan mudah berpindah-pindah negara. Baron merupakan seorang nomaden yang sukses. Tapi Ia berjalan-jalan bukan sebagai turis tapi jalan-jalan sambil bekerja, setiap Ia mengunjungi suatu negara, Ia selalu mencari pekerjaan tertentu agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya selama berada di negara tersebut. Apapun pekerjaannya dia lakoni.

Ceritanya, saat lulus dari sebuah kamous pada tahun 1999, Baron berangkat dari Boston, AS ke Bangkok, Thailand. Saat itu dirinya hanya memiliki rencana liburan selama tiga bulan di Bangkok. Tapi saat itu Ia hanya mengantongi uang yang sedikit, tapi dia punya akal lain, berbekal kemampuan bahasa Inggrisnya yang bagus, Ia mengambil pekerjaan tak resmi sebagai guru bahasa Inggris. Usai berlibur, Baron tadinya akan balik lagi ke negara asalnya dan berkarier di bidang sport management di AS.

Namun selama berlibur itu Ia menemukan kesenangan baru, banyak yang diperolehnya dari berjalan-jalan dan hal itu membuatnya betah.

â??Tetapi hanya dalam waktu seminggu, begitu banyak peristiwa yang saya alami. Ini mengubah segalanya. Saya putuskan tak akan balik,â? katanya.

Banyak negara yang telah dikunjunginya selama menjadi orang nomaden diantaranya Thailand, Birma (Myanmar), India, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Australia.

Kini, Baron sukses bekerja di kapal pesiar sebagai pemandu wisata. Hal ini membuatnya bisa berkeliling dunia lebih banyak lagi namun dengan fasilitas dan uang yang lebih banyak dari sebelumnya.(dea)