Pesawat AirAsia QZ8501, yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, tampaknya sebentar lagi akan terungkap mengapa pesawat itu bisa jatuh. Pasalnya, tim penyelam KN Jadayat telah berhasil menemukan kotak hitam atau black box pesawat AirAsia. Namun kotak hitam itu terhimpit serpihan pesawat sehingga agak sulit diangkat. Karena itu proses pengambilan kotak hitam itu akan dilakukan dengan cara menggeser serpihan pesawat satu-persatu.

Mungkin banyak yang sudah mendengar istilah kotak hitam atau black box dari televisi. Mungkin kamu juga sudah tahu bagaimana bentuk dan rupa dari kotak hitam itu sendiri. Ketika pesawat mengalami kecelakaan, selain jumlah korban, kronologis kejadian, biasanya media seringkali membahas mengenai kotak hitam tersebut.

Ketika kita baru pertama kali mendengar tentang kotak hitam, yang terlintas tentunya sejenis kotak bewarna hitam dan dianggap sangat penting, karena seringkali menjadi topik bahasan. Kotak hitam memang dianggap sangat penting, karena perangkat ini umumnya digunakan oleh sarana transportasi udara terutama pesawat terbang untuk merekam berbagai data penerbangan dan rekaman suara komunikasi pilot selama melakukan penerbangan. Meski demikian, kotak hitam sebenarnya tidak berwarna hitam, melainkan oranye atau jingga.

Apa alasannya kotak hitam itu berwarna oranye? Ternyata alasannya cukup simpel, yaitu untuk memudahkan orang untuk menemukannya, karena warnanya yang terang. Kotak hitam itu sendiri berbentuk kotak yang dilapisi dengan baja kuat serta bahan pendukung lainnya agar ketika mengalami kecelakaan, kabel-kabel yang ada tidak ikut terbakar.

Kotak hitam terdiri dari berbagai macam komponen yang membentuknya, namun ada dua komponen penting dalam kotak hitam, yaitu FDR atau Flight Data Recorder dan CVR atau Cockpit Voice Recorder. FDR berfungsi untuk merekam parameter pergerakan pesawat. Dalam alat ini direkam angka ketinggian jelajah, kecepatan pesawar, kapasitas isi bahan bakar, dan lainnya. Hal hal teknis terekam dalam alat ini. Sementara CVR berfungsi untuk merekam suara yang ditimbulkan oleh pesawat. Terutama yang terekam adalah percakapan antara pilot dan kopilot, serta pramugari.

Mengenai penamaan kotak hitam itu sendiri, masih belum diketahui secara pasti sejarahnya seperti apa. Namun karena kotak hitam itu menyangkut tragedi atau bencana maka orang sering mengaitkannya dengan warna berkabung seperti hitam. Kecelakaan selalu diidentikkan dengan hal-hal yang berbau tragedi. Diduga hubungan tragedi dengan warna hitam itulah yang membuat kotak tersebut dinamakan kotak hitam.

Dilansir dari Detikcom, Senin (12/1/2015), kotak hitam ditemukan oleh ilmuwan asal Australia bernama Dr. Wavid Waren. Dia adalah orang pertama menemukan ide untuk membuat data penerbangan. Mengingat pada saat itu, pesawat yang jatuh seringkali tidak diketahui penyebabnya. Dengan alasan itulah, dia membuat perangkat bernama kotak hitam yang hingga saat ini digunakan sebagai database pesawat dari proses take off hingga landing.

Pada mulanya ide pembuatan kotak hitam ini berasal dari alat perekam bernama tape recorder yang dapat merekam komunikasi. Kemudian melalui penyempurnaan yang dilakukan hingga saat ini, alat ini pun akhirnya mampu dijadikan rujukan untuk mengetahui bagian mana saja yang mengalami kerusakan dan tekanan di dalam pesawat. Alat ini pun dilengkapi dengan alat perekam khusus, sehingga perbincangan antara pilot tidak bisa tersebar luas kepada masyarakat. (tom)