Jaman sekarang, mengabadikan momen dengan cara mengambil foto narsis tentu sudah bukan hal yang aneh lagi. Hampir semua orang suka berfoto dimanapun dan kapanpun, entah karena memang ingin membuat kenangan atas momen tertentu atau hanya sekadar mengisi kebosanan saja. Namun, kebiasaan berfoto narsis ini sedang menjadi topik perbincangan hangat khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Di tengah usaha pencarian korban jatuhnya pesawat AirAsia, dunia maya Indonesia tengah dihebohkan oleh tersebarnya foto narsis seorang anggota polisi di depan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang akan dipindahkan ke tempat penyimpanan barang bukti di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah.

Tak ayal, tersebarnya foto yang tertangkap oleh kamera fotografer Antara, Prasetyo Utomo hari minggu kemarin segera mendapat banyak komentar negatif dari para netizen. Polisi tersebut dianggap tidak sesuai etika serta tidak memiliki empati atas musibah yang baru saja terjadi 28 Desember 2014 lalu.

â??Demi apa ekor pesawat Air Asia jadi objek selfie? Please respect dikit. *mungkin masnya mau terkenal*â?

â??Alay bingits tuh orang. Pengen gue tenggelamin kelaut.â?

â??Selfie kok di atas duka, pak.â?

Demikian beberapa komentar nyinyir para netizen yang dapat ditemukan di timeline Twitter ataupun forum terbesar Indonesia, Kaskus. Meskipun demikian, di tengah maraknya cibiran ada juga yang tidak mempermasalahkan perilaku aparat ini dan menganggapnya wajar. Menurut sebagian netizens, berfoto narsis adalah hak bagi setiap orang dan tidak perlu dibesar-besarkan apalagi sampai menjadi sensasi tersendiri.

Nah, bagaimana menurut anda sendiri? Berfoto di tengah musibah, wajar atau tidak? (Alo)