Perjuangan hidup bisa didapat dari siapa saja, bahkan dari orang yang menderita kelumpuhan otak sekalipun. Seperti pelajaran berharga yang bisa kita petik dari seorang gadis muda dari China. Meski dirinya menderita celebral palsy, tapi dia memiliki semangat hidup yang tinggi.

Dikutip dari chinadaily.com.cn (Jumat, 17/1/2015), Guo Xiangge, berusia 24 tahun sejak lahir menderita penyakit celebral palsy yang membuat dirinya tak bisa menggunakan atau mengendalikan anggota tubuhnya dengan baik. Bahkan berbicara saja dia tidak mau.

Gadis muada asal Kabupaten Linyi, Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, China ini tak kenal kata menyerah meskipun dirinya lahir dengan keadaan tubuh tak sempurna. Dirinya selalu belajar hal-hal baru tanpa mengeluh. Guo bahkan bisa mengoperasikan komputer hanya dengan ujung hidungnya.

Meski tak pernah belajar di sekolah, Ia selalu belajar huruf pinyin dari seorang temannya. Ia juga berhasil mempelajari tujuh kamus tulisan pinyin. Selain dari kamus dan temannya, Guo juga selalu diajarkan sang ibu yang selalu telaten dan memberikan kasih sayang yang penuh.

Sang Ibu mengajari Guo membaca melalui tabel huruf yang terbuat dari kertas yang sudah usang, meski begitu, Guo benar-benar sangat rajin ketika belajar.

Sebagai seorang anak gadis, tentu dirinya ingin seperti anak gadis normal lainnya yang masih bisa berjalan-jalan atau berkumpul bersama teman-temannya. Tapi kemudian kesedihan itu Ia hilangkan dengan selalu berpikir positif dan kasih sayang yang selalu diberikan orang tuanya.

Berbekal kemampuan komputer yang hanya dioperasikan olehnya melalui hidung. Pada tahun 2014 lalu, Guo telah menjalankan toko onlinenya sendiri. Ia menjual apel yang berasal dari Linyi yang ditanam oleh orang tuanya dan semua penduduk desa. Berkat usahanya, apel khas daerahnya sudah berhasil dipasarkan ke seluruh negeri.

Sudah banyak contoh perjuangan hidup yang ditunjukkan oleh orang-orang yang memiliki kekurangan fisik. Apakah kita yang lahir dengan tubuh sempurna masih akan terus mengeluh karena hal kecil yang menimpa kita? Atau tetap berjuang dan berusaha menghadapinya seperti perjuangan yang dilakukan Guo? Semua tergantung pada Anda.(dea)