Orangtua mana yang tidak kasihan melihat kedua anaknya menderita penyakit yang serius sehingga mereka tidak bisa melakukan segala aktivitasnya dengan lancar seperti biasanya. Melihat kondisi kedua anaknya yang memprihatinkan, ibu dan ayah sepakat untuk menyumbangkan ginjal mereka pada anak-anaknya.

Seperti yang dilansir dari Tencent News (Sabtu, 17/1/2015), kedua kakak-beradik dari Chengde, Provinsi Hebei, China, bernama Li Min dan Li Kai menderita penyakit kronis komplikasi ginjal yang disebut uremia. Penyakit ini disebabkan oleh urea dan sisa pembuangan lainnya yang mengendap di dalam tubuh. Kai didiagnosis menderita uremia sejak tahun 2009, sedangkan Min baru diketahui tiga tahun setelahnya.

Untuk melakukan operasi pengobatan, keduanya harus membayar dana sejumlah ribuan dollar. Namun karena berasal dari keluarga yang tak mampu, mereka belum bisa melakukan operasi.

Tapi semenjak kisah mereka terekspos oleh media, sebuah lembaga bernama the Chinese Red Cross Foundation menggalang dana dari sumbangan para masyarakat untuk membantu membiayai operasi keluarga tersebut.

Orangtua Kai dan Min rela menyumbangkan masing-masing satu dari ginjal mereka agar kedua kakak beradik itu bisa sehat seperti sebelumnya.

Operasi transplantasi pertama antara sang Ibu dan Kai telah dilakukan sebuah rumah sakit bernama Armed Police General Hospital yang ada di Beijing, China. Operasi tersebut berjalan dengan baik. Operasi selanjutnya antara sang Ayah dan Min akan dilakukan tak lama setelah operasi pertama.

Besar harapan dari keluarga ini agar bisa seperti sedia kala sebelum terkena uremia. Kai, yang sudah tidak pernah masuk sekolah sejak menderita penyakit ini mengatakan pada para reporter secepatnya dia akan kembali ke sekolah setelah penyakitnya dinyatakan sembuh.

Begitu besar pengorbanan yang dilakukan oleh ayah dan ibu dari dua bersaudara tersebut. Sebagai seorang anak, sudah seharusnya kita berbakti dan tidak melawan pada orangtua. Karena merekalah yang sudah merawat kita dari lahir sampai tumbuh dewasa seperti sekarang.(dea)