Biasanya manusia menggunakan tangan kanan untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari seperti untuk makan, menulis, mengambil sesuatu, bersalaman, hormat bendera, memegang ponsel, menekan tombol, memasang kancing, menarik ritsleting, dan lain sebagainya. Jika kegiatan tersebut terbiasa dilakukan oleh seseorang dengan tangan kiri, maka orang tersebut akan dikatakan sebagai orang kidal. Orang kidal adalah orang yang terbiasa menggunakan tangan kiri untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.  Jika orang normal memakai tangan kanan, maka orang kidal memakai tangan kiri.

Sampai saat ini, belum ada  dokter atau ilmuwan yang mengerti pasti apa penyebab kidal. Ada beberapa teori dari ahli pengembangan otak yang mencetuskan alasan kenapa seseorang bisa kidal, tapi kebenarannya belum teruji secara pasti.

Satu teori menyebutkan, tangan kidal bisa terjadi sejak anak masih dalam rahim ibu. Hal ini bisa dilihat dari USG jika anak lebih sering memasukkan tangan kiri ke mulut mereka. Sementara, teori lain mengatakan bahwa hormon testosteron yang tinggi dalam rahim juga dapat menyebabkan peluang anak menjadi kidal.

Menurut Fabiola Priscilla Setiawan, M.Psi., psikolog anak dan remaja, kidal terjadi bila otak kanan seseorang lebih dominan dibanding otak kirinya. â??Otak kanan itu mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri mengatur tubuh sebelah kanan. Orang yang lebih nyaman menggunakan tubuh sebelah kiri, termasuk tangan kiri, berarti otak kanannya yang lebih dominan,â? ujar psikolog yang akrab dipanggil Mbak Febi, sebagaimana dilansir dari Apakabarduniacom, Senin (19/1/2015).

Gara-gara didominasi otak kanan, orang kidal jadi jauh lebih kreatif dibanding orang-orang yang biasa menggunakan tangan kanan. Otak kiri fungsinya mengatur hal-hal yang berhubungan dengan logika, sedangkan otak kanan mengatur hal-hal yang abstrak seperti seni, bahasa, musik, dan emosi.

â??Itulah sebabnya, orang-orang yang kidal biasanya mahir menggambar. Jadi, tidak heran kalau banyak musisi, pelukis, aktor, dan seniman yang bertangan kidal,â? kata psikolog yang berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan UI ini.

Beberapa orang terkenal yang diketahui kidal antara lain adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama, aktris Angelina Jolie, sang dewa gitar legendaris Jimi Hendrix, serta pesepakbola klub Barcelona Lionel Messi.

Meski kidal ada kelebihannya, ternyata orang kidal juga ada kelemahannya. â??Anak yang kidal biasanya lebih sensitif. Mereka juga cenderung kurang percaya diri, apalagi jika lingkungannya tidak menerima dia sebagai orang kidal. Penelitian menunjukkan jika kompetensi orang yang kidal dan orang yang â??normalâ? itu sebenarnya sama kok,â? Mbak Febi menegaskan.

Lalu, apakah orang kidal nantinya bisa menjadi orang normal yang menggunakan tangan kanan? Jawabannya bisa. Tentunya untuk menjadi orang normal yang menggunakan tangan kanan diperlukan latihan yang tidak sebentar. Namun sebaiknya seseorang yang kidal tidak perlu dipaksakan untuk menjadi normal, karena efeknya justru bakal tidak bagus.

Si kidal yang dipaksa berubah jadi normal biasanya jadi lebih gampang cemas, tidur terganggu, tidak percaya diri, bahkan bisa jadi gagap. â??Iya, ini biasanya terjadi pada anak yang sering diingatkan dengan cara yang keras, misalnya dibentak, untuk menggunakan tangan kanan. Akibatnya dia jadi waswas, mau melakukan apapun jadi serba takut,” jelas Mbak Febi. Kasus ini juga dialami oleh Raja Inggris King George VI yang jadi gagap dan dyslexia akibat dipaksa menggunakan tangan kanan, padahal dia aslinya adalah seorang kidal.

Sementara itu, orang normal juga ternyata bisa dilatih untuk menjadi kidal. Melatih seseorang menjadi kidal ternyata memiliki manfaat, yaitu dapat mengaktifkan syaraf-syaraf otak, dapat membuat memori otak lebih tajam dan juga dapat membuat sel otak tetap bekerja dan hidup. Namun tetap saja, tidak disarankan orang normal untuk menjadi kidal jika tidak terpaksa. (tom)