Pengamen bisa dibilang merupakan mata pencaharian yang sudah familiar berada di Indonesia. Meski demikian, profesi ini sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Pasalnya, pengamen dianggap sebagai orang yang penuh masalah dan tidak mau mencari pekerjaan lainnya. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Ada yang memilih untuk menjadi pengamen karena keterbatasan fisik, seperti pengamen yang satu ini.

Tin Sutinah (35) dan Eko Hermawan (28) adalah sepasang suami istri yang setiap harinya ngamen di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Dengan suara emas yang dimiliki Tin Situnah, sebuah video yang mempertontonkan suara merdu Tin telah disaksikan hampir 100 ribu netizen yang mengunjungi situs berbagi video YouTube.

“Saya malah tidak tahu jika video saat saya ngamen diupload di youtube dan ditonton orang sebanyak itu. Tentu saya bangga suara saya diapresiasi sebegitu banyaknya orang,” ungkap Tin seperti dilansir dari Tribunnewscom, Senin (19/1/2015).

Tin, sapaan akrabnya bersama sang suami merupakan warga Jakarta yang sejak setahun terakhir ini mencoba peruntungannya di Yogyakarta. Sebelum ngamen di kawasan Malioboro, sepasang suami istri ini sejak 2007 telah ngamen di Jakarta. karena kondisi Jakarta yang kurang aman dan banyak saingan, akhirnya mereka berdua memutuskan pindah ke Yogya.

Sebelum berprofesi sebagi pengamen, Tin pernah bekerja sebagi ahli pijat. Namun karena kalah bersaing dengan ahli pijat yang tidak memiliki keterbatasan fisik, akhirnya dia mulai mengamen.

“Sebenarnya kami malu bekerja seperti ini, apalagi anak kami semakin dewasa dan semakin paham tentang pekerjaan kami. Tetapi mau bagaimana lagi, ini yang bisa kami lakukan,” ungkap Tin.

Perempuan yang pada umur tujuh tahun mengalami keterbatasan pada penglihatannya tersebu, sejak duduk di bangku SD gemar menyanyi. Tin pun sempat berharap bisa menjadi penyanyi profesional.

Kamu bisa mendengarkan suara merdu daru Tin menyanyikan lagu Geisha, “Lumpuhkan Ingatanku”, pada video di atas. (tom)