Peradaban modern yang kita nikmati dan jalani sekarang sebenarnya berutang budi pada peradaban yang ada di masa lampau. Tak seperti kebudayaan Sumeria atau Maya yang tampaknya hampir diketahui setiap orang, di bawah ini adalah peradaban yang sedikit diketahui dan bahkan hampir dilupakan sejarah.

1. Peradaban Hatti

Musisi Hatti (sumber: istimewa)
Musisi Hatti (sumber: istimewa)
Bangsa Hatti mendiami wilayah yang sekarang dikenal sebagai Anatolia, Turki dari abad ke-26 sampai ke abad-18 SM. Dipercaya sebagai bangsa yang paling awal mendiami area tersebut, keberadaan orang-orang Hatti pertama diketahui lewat peninggalan kuno berupa tablet Akkadian.
Para arkeologis percaya bahwa peradaban Hattian lebih dahulu berkembang di Anatolia dibanding peradaban Hittite, peradaban lain di Anatolia yang jauh lebih dikenal dan diketahui baru berkembang sekitar abad ke-23 SM. Dua kebudayaan ini perlahan-lahan saling mempengaruhi. Bangsa Hittite banyak mengadopsi kepercayaan dan ritual-ritual yang biasa dilakukan bangsa Hatti.
Walaupun suku Hatti berbicara dalam bahasa mereka sendiri, belum ada temuan yang menunjukkan tulisan dalam bahasa Hatti. Kemungkinan besar bangsa ini multilingual, terutama untuk mempermudah perdagangan dengan bangsa Assyria.

2. Peradaban Vinca

Peninggalan suku Vinca
Peninggalan suku Vinca (sumber: istimewa)
Peradaban ini adalah peradaban prahistoris terbesar di Eropa. Bertahan selama 1500 tahun atau lebih dari 1 milenium, Vinca pertama kali muncul di abad 55 SM dan mendiami wilayah Serbia dan Rumania. Suku ini diberi nama Vinca oleh para penemu modern sesuai dengan nama desa dimana peninggalan peradaban ini pertama ditemukan.
Orang-orang Vinca adalah orang-orang yang sudah menggunakan bahan logam untuk peralatan sehari-hari. Bahkan, penggunaan kapak pertama kali dipercaya dimulai dari peradaban Vinca.
Walaupun belum ada peninggalan yang menunjukkan kalau masyarakat Vinca sudah mengenal bahasa dan tulis-menulis, peneliti berhasil mendapatkan bermacam-macam lempengan batu yang memiliki ukiran berupa simbol-simbol. Selain itu, orang-orang Vinca diketahui sebagai bangsa yang artistik dan menyukai anak-anak, hal ini dapat dilihat dari banyaknya temuan berupa mainan-mainan kuno.

3. Peradaban Zapotec

2-zapotec
Tak seperti kebudayaan Aztec atau Maya yang banyak dikenal, masih belum banyak yang diketahui tentang keberadaan bangsa Zapotec.
Bangsa Zapotec membangun salah satu kota yang paling tua di Amerika Utara: Monte Alban. Kota ini memiliki sekitar 25.000 penduduk dan bertahan hingga lebih dari 1.200 tahun. Terdapat beberapa kasta di Monte Alban, yaitu kelas biarawan yang merupakan kelas teratas dan kelas bawah yang berisikan seniman serta pejuang.

4. Peradaban Nok

Patung tanah liat bangsa Nok (sumber: istimewa)
Patung tanah liat bangsa Nok (sumber: istimewa)
Diberi nama sesuai dengan wilayah dimana peradaban ini pertama kali ditemukan sejarawan, peradaban Nok menghilang pada milenium pertama Sebelum Masehi. Beberapa teori menganggap kalau punahnya peradaban ini dikarenakan adanya eksploitasi berlebihan pada lingkungan sekitar. Bagaimanapun, kebudayaaan Nok dipercaya mempengaruhi perkembangan kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki suku lain di sekitarnya, seperti suku Yoruba dan suku Benin.
Orang-orang Nok memiliki karakter artistik yang dibuktikan dengan banyaknya patung-patung tanah liat yang ditemukan di daerah bekas pemukiman suku ini. Mereka juga merupakan suku Afrika pertama yang memiliki besi lebur.
Walaupun peradaban Nok dipercaya sebagai peradaban pertama yang hadir di Afrika, tak banyak yang bisa diketahui tentang kebudayaan ini.

5. Peradaban Harappa

harappa
Peradaban Harappa
Dikenal juga sebagai peradaban lembah Indus, bangsa Harappa adalah bangsa yang mendiami area yang sekarang dikenal dengan Pakistan dan India.

Peradaban Harappa pertama kali muncul pada abad ke-25 SM. Peradaban ini memiliki bahasanya sendiri yang mempunyai hampir sebanyak 500 karakter berbeda. Penemuan berharga tentang kebudayaan bangsa Harappa adalah artifak-artifak yang berukirkan berbagai jenis binatang serta makhluk-makhluk mitos. (alo)