Cerita Cinta, Film Berdasarkan Teori Matematika


Kisah cinta di SMA seringkali menjadi kenangan yang tidak bisa dilupakan. Meskipun dicap ‘cinta monyet’, tetap saja cinta di masa SMA menjadi andalan nostalgia. Mulai dari babak pendekatan alias PDKT sampai kemudian babak ‘nembak’ atau menyatakan cinta, membuat hati berdebar tak karuan. Apalagi kalau bukan karena menebak-nebak apakah akan diterima atau ditolak.

Berangkat dari pengalaman yang hampir dilalui semua orang di planet bumi itu, sebuah film berjudul “Cerita Cinta” dibuat. Film ini bercerita tentang cinta anak SMA berbalut drama ringan nan lucu.

Yang unik dari film ini adalah semua pemainnya menggunakan nama aslinya di film. Misalnya Teuku Rassya sebagai Rassya, dan Non Dhera sebagai Dhera.

Diceritakan perempuan bernama Dhera yang jatuh hati pada teman sekelasnya, Rassya. Apa boleh buat keduanya sama-sama malu mengungkapkan isi hati sampai masa kelulusan memisahkan. Saat kuliah, hadirlah sosok Jo, yang kemudian bikin Dhera jatuh cinta. Namun di saat Jo ingin menyatakan cintanya pada Dhera, muncullah Rassya, yang sudah disukai oleh Dhera saat SMA dulu. Kini Dhera harus memilih, karena cinta butuh penyelesaian.

Ada yang menarik tentang latar belakang film “Cerita Cinta” ini. Pasalnya ilmu matematika menjadi salah satu landasan utama ceritanya. “Ada kesamaan antara matematika dan cinta. Keduanya sama-sama butuh penyelesaian.” Itulah kutipan yang menjadi kunci utama film “Cerita Cinta”, bahwa cinta dan matematika diyakini punya kesamaan yang membuatnya spesial.

“Cinta dan matematika itu sama-sama harus pakai rumus. Jika kita menggunakan rumus yang benar saat mengerjakan soal matematika, maka jawabannya hanya satu dan juga benar,” ujar sutradara Dienan Silmy seperti dilansir dari Detikcom, Kamis (22/1/2015).

“Begitu juga cinta. Kita harus menggunakan rumus yang benar untuk mendapatkan hasil yang juga benar. Tapi, untuk cinta hasilnya pasti ada dua. Diterima atau ditolak. Jadi, dua-duanya ilmu pasti,” tambah penulis novel yang menjadi bahan film tersebut, Endik Koeswoyo.

Film ini juga menjadi film perdana bagi Teuku Rassya, putra dari Tamara Bleszynski dan Teuku Rafly. Beradu peran dengan Non Dhera, Josua Suherman dan lainnya, Rassya terlihat malu-malu dalam berakting. “Ini pengalaman pertama main film. Ya, masih banyak kekurangan, tapi prosesnya sangat menyenangkan sekali,” cerita remaja 15 tahun itu.

Mengingat ibunya adalah seorang aktris senior, Rassya pun sedikit banyak meminta bantuan atau sekedar nasihat. “Sama mama cuma belajar lebih umum saja, nggak terlalu dalam. Mama bilang kalau Rassya harus percaya diri bila ingin maju,” ujarnya.

“Sama papa juga cerita kok. Kan papa dulu yang lihat naskahnya, ini cocok atau nggak untuk Rassya,” tandasnya. (tom)


Kalo Suka Share Dong!

Gimana Nih Beritanya?

Love Love
20
Love
OMG OMG
10
OMG
Yaelah Yaelah
40
Yaelah
Keren Nih Keren Nih
30
Keren Nih
Ngakak Ngakak
60
Ngakak