Sebuah keluarga di Hubei, Tiongkok bagian tengah, tengah dibuat geger. Sebab, salah satu anggota keluarga mereka bernama Guo (45 tahun), yang sudah dinyatakan meninggal oleh dokter kembali hidup saat hendak dimakamkan.

Dilansir dari Tomo News, Jumat (6/2/2015), Guo sempat mengalami koma selama tiga bulan silam dan dirawat di rumah sakit. Guo tak sadarkan diri saat tengah merokok. Dia memang dikenal sebagai perokok berat. Sejak usia 16 tahun, dia menghabiskan 2 pak setiap hari, dan terkadang menghabiskan satu pak hanya dalam waktu tiga jam.

Dan tiga bulan lalu, saat merokok bersama teman-temannya, Guo mendadak jatuh dan kehilangan kesadaran. Dokter di rumah sakit sudah pesimistis dan menyatakan kemungkinannya untuk hidup hanya lima persen saja. Setelah koma sekitar tiga bulan itu, dokter menyatakannya meninggal. Sang dokter memberi tahu keluarga bahwa Guo untuk membawa pulang jasadnya.

Jasad Guo pun dibawa pulang. Keluarga melakukan persiapan pemakaman. Namun, saat semua keluarga Guo sudah ikhlas merelakan kepergian Guo dan proses pemakaman dipersiapkan, keluarga mendapati mata Guo mengeluarkan air mata. Tubuhnya juga bergerak-gerak. Keluarga pun terkejut melihat peristiwa ini. Mereka kemudian membawa kembali tubuh Guo ke rumah sakit.

Setelah mendapat keterangan dari keluarga, dokter mengatakan kalau Guo ternyata mengalami kerusakan otak atau yang dikenal dengan sindrom Lazarus dan mereka masih menunggu Guo bangun. Mereka akan memeriksa sejauh mana kerusakan terjadi pada otak Guo, yang bisa mempengaruhi kemampuan berbicara, mengingat, dan kemampuan bergerak secara fisik.

Dari sini bisa dilihat betapa berbahayanya rokok. Meskipun dalam kasus Guo dia bisa hidup kembali, namun hal tersebut bukanlah alasan seseorang untuk menganggap merokok itu aman dan terus merokok. Sayangilah diri kamu dan juga keluarga yang menyayangimu. (tom)