Mengenal Aneka Jenis Burung Cendrawasih di Indonesia

356

Salah satu keunikan Indonesia Timur adalah burung Cendrawasih yang berasal famili Paradisaeidae. Satwa langka ini dapat ditemukan di pulau-pulau selat Torres, pulau Irian, Papua Nugini dan Australia Timur. Yang menarik dari burung ini adalah keindahan bulunya, terutama burung jantan, dengan bulu yang tumbuh memanjang dengan pola rumit dari paruhnya. Cendrawasih sendiri terdiri dari beberapa jenis berdasarkan ukuran tubuh dan warna bulu yang dimiliki. Menurut Wikipedia, jenis yang hidup di pulau-pulau Indonesia diantaranya adalah:

1. Cendrawasih Kuning Besar

Cenderawasih kuning besar

Cenderawasih kuning besar

Cendrawasih Kuning-besar (Paradisaea apoda) merupakan burung cendrawasih berukuran besar. Panjang tubuhnya berkisar 43 cm. Tenggorokannya berwarna hijau zamrud dengan bantalan dada berwarna cokelat kehitaman. Burung jantan dihiasi bulu-bulu panggul yang besar berwarna kuning dan memiliki sepasang ekor kawat yang panjang. Burung betina berbulu cokelat marun dan tidak memiliki garis.

Burung Cendrawasih Kuning-besar adalah burung terbesar dari genus Paradisaea. Ia tersebar di hutan dataran rendah dan bukit di barat daya pulau Irian dan pulau Aru. Makanannya terdiri dari buah-buahan, biji serta serangga kecil.

2. Cendrawasih Kuning Kecil

Cenderawasih kuning kecil

Cenderawasih kuning kecil

Cendrawasih Kuning-kecil atau dalam nama ilmiahnya disebut Paradisaea minor adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 32cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, memiliki paruh abu-abu kebiruan dan mempunyai iris mata berwarna kuning. Burung jantan dewasa memiliki bulu di sekitar leher berwarna hijau zamrud mengkilap, pada bagian sisi perut terdapat bulu-bulu hiasan yang panjang berwarna dasar kuning dan putih pada bagian luarnya. Di ekornya terdapat dua buah tali ekor berwarna hitam. Populasi Cendrawasih Kuning-kecil tersebar di hutan Irian Jaya dan Papua Nugini. Burung ini juga ditemukan di pulau Misool dan di pulau Yapen.

3. Cendrawasih Kaisar

Cenderawasih kaisar

Cenderawasih kaisar

Cendrawasih Kaisar (Paradisaea guilielmi) adalah jenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan, kaki coklat keunguan dan iris mata berwarna coklat kemerahan.

Burung jantan dewasa memiliki muka. Kepala bagian belakang, punggung dan sayap berwarna kuning, dan tubuh bagian bawahnya berwarna coklat. Pada bagian sisi dadanya terdapat bulu-bulu hiasan berwarna putih dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam. Burung jenis betina berukuran lebih kecil, tanpa dihiasi bulu hiasan, memiliki kepala berwarna coklat tua, punggung kuning kecoklatan dan tubuh bagian bawah berwarna coklat. Burung muda memiliki bulu seperti burung betina. Burung Cendrawasih Kaisar terdapat di hutan-hutan pegunungan bagian bawah Irian dan perbukitan Jasirah Huon di Papua Nugini.

4. Cendrawasih Merah

Cendrawasih merah

Cendrawasih merah

Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm. Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan memiliki paruh kuning. Burung jantan dewasa berukuran sekitar 72cm. Termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam.

Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak mempunyai bulu-bulu hiasan. Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.