Setiap tanggal 14 bulan februari, jutaan orang di dunia merayakan apa yang disebut hari kasih sayang atau yang secara internasional disebut ‘Valentine’s Day’. Nah, walau biasa disangkutpautkan dengan hal-hal yang romantis, ternyata hari valentine ini mengandung kisah yang cukup tragis di baliknya.

Jika dirunut ke belakang, hari valentine ternyata berasal dari tradisi pagan yang biasa dilakukan oleh bangsa Romawi jaman dahulu. Bangsa Romawi biasa mengadakan festival kesuburan yang digelar setiap tanggal 15 februari untuk menyembah Feunus, dewa pertanian Romawi dan juga Romulus dan Remus, dua tokoh yang membangun bangsa Romawi. Festival ini disebut Festival Lupercalia dan dalam perayaannya selalu terdapat hewan-hewan yang dikorbankan kepada dewa Feunus tersebut. Festival inilah yang menjadi asal muasal dirayakannya hari Valentine.

Ada beberapa cerita berbeda tentang mengapa nama Valentine disangkutpautkan dengan perayaan ini Salah satu kisah mengatakan bahwa setelah beberapa lama, agama kristen yang dibawa oleh bangsa Inggris era Victorian mulai merambah di wilayah Romawi. Penyebaran agama ini di sana tak berlangsung terlalu lancar. Terdapat beberapa tragedi yang salah satunya membuat terbunuhnya seorang pemuka agama kristiani bernama Valentine. Valentine berusaha menolong para penyebar agama kristen yang harus menghadapi penyiksaan yang kejam oleh tentara Romawi. Namun, aksinya ini ketahuan dan akhirnya Valentine pun dibunuh.

Usaha Valentine ini membuat namanya dikenang dalam perayaan hari kasih sayang yang ditetapkan Paus Gelasius untuk dirayakan setiap tanggal 14 februari. Hari kasih sayang ini memang sengaja dirayakan setiap tanggal itu sebagai usaha kristenisasi terhadap bangsa Romawi yang biasa merayakan Festival Lupercalia. Selain itu, dipercaya juga bahwa tiap pertengahan februari adalah saat di mana burung-burung sedang dalam musim kawin, sehingga hal ini diasosiasikan dengan hari yang romantis.

Sejak itu Valentine’s Day mulai dikenal di era pertengahan terutama di Inggris dan Prancis. Tradisi ini pun mulai merambah ke bagian dunia lain dan sampai sekarang masih dirayakan oleh banyak masyarakat di dunia. (alo)