Kaviar alias telur ikan saja harganya sudah terbilang mahal dibanding makanan lainnya. Namun seorang peternak ikan asal Austria Walter Gruell (51) dan putranya, Patrick (25) berhasil mengembangkan jenis kaviar yang diklaim sebagai makanan termahal di dunia.

Hasil karya bapak dan anak asal Austria itu adalah kaviar yang dibuat dari telur ikan albino yang langka. Tak hanya itu, kaviarnya pun dibumbui dengan dedaunan emas 22 karat sehingga membuatnya dihargai Rp 3,9 miliar per kilogram kaleng. Harga itu menandakan setiap satu sendok teh dibanderol Rp 534 juta.

Bahan telur ikan yang dipilih menggunakan ikan sturgeon yang sudah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu dan diklaim memiliki khasiat medis. Ikan tersebut hidup secara alami di Laut Kaspia dan bisa hidup mencapai usia 100 tahun. Namun jenis albino sangat langka dengan usia mencapai 100 tahun dan di ambang kepunahan sehingga menjadikan telurnya super mahal.

“Rasa kaviar kami ini sangat kuat dan sangat berbeda,” kata Patrick yang berasal dari kota Salzburg seperti dilansir dari Yahoo News, Jumat (20/2/2015).

Faktor kualitas air yang sangat baik di Austria yang berasal dari mata air di padang salju di pegunungan bebas polusi, menjadikan kaviarnya adalah yang terbaik. “Itulah sebabnya mengapa kaviar ini memiliki rasa yang sangat lezat,” tambah Patrick.

“Selain itu, kaviar ini sudah dibumbui sebelum dikeringkan, saat kehilangan 80 persen bobotnya,” lanjutnya. “Lalu dicampur dengan emas 22 karat dalam jumlah sangat kecil yang akan memberikan efek positif pada ketahanan tubuh manusia. Hanya perlu sedikit saja untuk memberikan rasa pada makanan.”

Dengan harga fantastis itu, Patrick mengakui bubuk kaviar ini tak bisa dikonsumsi oleh orang kebanyakan. Namun pria berusia 25 tahun tersebut yakin ada pasar eksklusif yang menginginkan kaviar ini. Ia pun memberikan diskon dengan menawarkan kaviarnya “hanya” Rp 1,4 miliar untuk beberapa konsumen. (tom)