Sebagai seorang makhluk sosial, ada baiknya kita selalu menjaga perasaan dan perkataan dimanapun kita berada. Jika ada yang membuat kita emosi sebaiknya jangan langsung berkata-kata kasar, lebih baik segera tenangkan diri dan biarkan emosi kita berlalu.

Sebuah kisah yang patut kita resapi maknanya dari sebuah attitude  yang kurang pantas terjadi di tempat umum. Kejadian ini terjadi di stasiun kereta Monument di London, Inggris. Ada seorang pelamar kerja yang berdesak-desakan di kereta tersebut. Mungkin karena terburu-buru, saat ada orang yang menghalangi jalannya, ia pun marah dan segera mengatainya dengan kata-kata kasar. Pelamar kerja tersebut tidak tahu bahwa orang yang dimakinya itu adalah HR Executive di tempatnya akan melakukan wawancara pada hari itu.

Matt Buckland, seorang HR Executive yang dimaki pelamar kerja tersebut kemudian menceritakan pengalamannya itu di Twitter pribadi miliknya. Matt Buckland adalah seorang HR Executive di Forward Partners di Inggris.

Sejam kemudian ketika sampai di kantor dan melayani beberapa wawancara di kantornya, ia ternyata bertemu lagi dengan orang yang memakinya di stasiun kereta.

Seperti yang dilansir dari independent.co.uk (Senin, 23/2/2015), pada awalnya, Matt mengatakan orang yang diwawancaranya itu tidak menyadari bahwa dirinya yang dimaki saat di stasiun kereta tersebut. Namun Matt sengaja memancing pria itu dengan pertanyaan-pertanyaan seputar stasiun.

independent.co,uk
independent.co,uk

Barulah beberapa saat kemudian orang tersebut sadar dan kemudian tertawa dengan canggung pada Buckland. Sebagai seorang pewawancara, Buckland menilai karyawan dari pengendalian emosi yang dimilikinya.

Pada akhirnya, pria tersebut tidak mendapatkan pekerjaan Forward Partners di Inggris. Hal ini tidak terkait engan pengalaman buruk Buckland di stasiun, hanya saja pria tersebut memang belum pantas menanggung pekerjaan yang ada di tempatnya.

Dari cerita tersebut terdapat pesan, bahwa pengendalian emosi dan selalu menjaga sikap adalah hal yang penting dimanapun kita berada. Selalu jaga kesopanan dengan orang lain meski kita tidak mengenalnya. Jika kita menghormati orang lain, kita pun akan diperlakukan sama dengan orang tersebut. Setuju aden dan enon?(dea)