Sebagian besar orang Indonesia tentunya telah mengenal Bahasa Jawa walau pun hanya sebagian yang mengerti dan memahami maksud dari orang-orang yang sedang menggunakan Bahasa Jawa tersebut. Bahasa Jawa banyak digunakan oleh penduduk bersuku Jawa di Jawa tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Ada juga beberapa kota di Jawa seperti Serang, Tangerang, Cilegon, Karawang, Cirebon, Subang, dan masih banyak lagi yang menggunakan bahasa ini. Selain daerah-daerah di Indonesia, ternyata bahasa Jawa telah menyebar luas sampai kebeberapa belahan bumi lainnya. Berikut kelima negara di dunia ini yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa untuk berkomunikasi, dilansir dari blog Jalanalakid, Senin (23/2/2015).

1. Republik Suriname

Warung Jawa di Suriname
Warung Jawa di Suriname

Negara ini merupakan negara di Amerika Selatan yang dulunya adalah bekas jajahan Belanda dan bernama Guyana Belanda. Negara ini berbatasan dengan Guyana Prancis di sebelah timur, selatan dengan negara Brasil, di barat dengan Guyanama dan di utara dengan Samudera Atlantik. Pada tahun 1890-1939 sekitar 75 ribu orang Jawa dibawa oleh Belanda untuk tinggal di negara ini. Sehingga sekitar 15% penduduk di sana menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya.

2. Belanda

Leiden University di Belanda
Leiden University di Belanda

Penyebaran bahasa Jawa di negara Belanda ternyata dibawa oleh orang-orang Jawa yang menjadi budak untuk negara Belanda. Sehingga sekarang beberapa negara di Eropa termasuk Belanda sendiri ingin mempelajari bahasa Jawa dan bahkan kebudayaan Jawa. Di sebuah Universitas di Belanda, Universitas Leiden terdapat naskah-naskah kuno yang berhurufkan tulisan Jawa atau sastra jawa yang masih bisa kita jumpai di sana.

3. Nouvelle-Celedoni

Bendera Nouvelle-Celedoni
Bendera Nouvelle-Celedoni

Nouvelle-Celedoni atau sering disebut Kaledonia baru merupakan negara kepulauan di seberang laut Prancis yang terletak di selatan Samudera Pasifik dan memiliki ibu kota bernama Noumea. Sebagian penduduk di negara ini dihuni oleh penduduk suku Jawa. Mereka dulunya merupakan pekerja kontrak yang ingin mencari kehidupan lebih baik di negara ini. Penduduk di sana menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari hingga sekarang.

4. Kepulauan Cocos

Kepulauan Cocos
Logo Kepulauan Cocos

Kepulauan Cocos atau Cocos Island adalah kepulauan dengan luas 14,2 kilometer persegi yang terdiri dari dataran rendah berkarang koral di Samudera Hindia. Kepulauan ini memiliki ibu kota bernama West Island. Di kepulauan ini sekitar 80% penduduknya bersuku Jawa dan Melayu yang merupakan keturunan orang Indonesia dari Jawa yang dibawah oleh bangsa Inggris sebagai pekerja perkebunan pada abad ke-19. Bahasa Indonesia bahkan terlihat jelas di gunakan oleh negara ini pada logo kepulauan tersebut.

5. Malaysia

Bendera Malaysia
Bendera Malaysia

Para penduduk Jawa yang kini tinggal di Malaysia pada umumnya sudah menjadi warga negara ini. Para leluhur mereka datang ke Malaysia akibat dari tekanan perekonomian di Indonesia pada tahun 1900-an. Mereka kini yang tinggal di Malaysia merupakan generasi ketiga atau keempat dari penduduk yang bermigrasi pada tahun tersebut. Walaupun masih menggunakan bahasa Jawa pada saat berkomunikasi, mereka telah dianggap sebagai warga yang sah di negara tersebut menurut undang-undang di Malaysia. (tom)