Tentunya kamu sudah tahu sebuah dongeng berjudul “Cinderella”. Ya, kisah mengenai anak tiri malang yang kemudian bisa menikahi pangeran tampan dan identik dengan sepatu kacanya itu akan tampil lagi ke layar lebar. Kali ini, filmnya bukan film animasi, melainkan live action atau versi orang. Dilansir dari Muvila, Jumat (6/3/2015), berikut adalah 5 fakta menarik film “Cinderella”.

1. Asal Kisah Cinderella

Kisah dongeng “Cinderella” ternyata sudah ada sejak abad ke-6 SM di Mesir, kemudian ditemukan pula di Tiongkok pada abad ke-9 M. Namun kisah “Cinderella” mulai dikenal dunia lewat karya penulis Perancis Charles Perrault pada tahun 1697. Pada tahun 1950 Disney menggaungkan kisah “Cinderella” melalui film animasi.¬†Kesuksesan film animasi “Cinderella” pun dibuntuti oleh dua sekuelnya, “Cinderella II: Dreams Come True”, dan “Cinderella III: A Twist in Time”, yang dirilis pada tahun 2002 dan 2006.

2. Kesamaan Cinderella dengan Snow White

Cinderella merupakan putri kedua yang di-franchise-kan Disney di tahun 1950, setelah Snow White di tahun 1937. Sama seperti kisah Snow White, Cinderella dibesarkan tanpa seorang ayah dan ibu dan memiliki ibu tiri yang kejam dan iri. Kesamaan lainnya adalah bahwa dipaksa untuk menjadi pembantu rumah tangga dalam upaya untuk menyembunyikan kecantikan mereka dari dunia luar.

3. Asal Nama Cinderella

Nama Cinderella berasal dari bahasa Prancis, Cendrillion yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi ‘si gadis abu’. Dalam beberapa versi, nama asli Cinderella adalah Ella. Karena pakaiannnya kotor terkena abu (cindera), keluarga tirinya lalu memanggilnya Cinder-ella. Namun dalam versi Disney, Cinderella merupakan nama aslinya.

4. Pesan Simbolis Sepatu Kaca

Bagian dari kisah Cinderella yang paling terkenal adalah bagian sepatu kaca. Dalam film ketiganya, ukuran sepatu kaca Cinderella disebutkan 4,5 ukuran wanita. Lalu mengapa harus memakai sepatu kaca? Ternyata sepatu kaca tersebut memiliki pesan simbolis. Sepatu kaca diibaratkan sebagai kepribadian Cinderella yang begitu halus. Dia bisa berjalan dalam sepatu kaca dan tidak pecah. Hal ini juga memperlihatkan bagaimana dia bisa nyaman dalam sepatu kaca, yang berarti bahwa ia dapat dengan mudah beradaptasi dengan situasi yang tidak nyaman.

5. Adegan Sepatu Kaca

Versi dongengnya, Cinderella kehilangan sepatunya sebanyak tiga kali. Yaitu ketika ia sedang membawa sarapan untuk keluarga tirinya, berlari menuruni anak tangga setelah jam dinding kastil berdentang pada pukul 12 malam, dan ketika ia dan pangeran berlari keluar kastil untuk pergi berbulan madu. (tom)