Di Indonesia, pernah terjadi beberapa tren yang bisa dikatakan musiman. Awalnya tren ini sempat booming. Namanya tren, maka sebagian besar penduduk Indonesia pernah menjadi bagian di dalamnya. Meski demikian, tren itu tak berlangsung lama, dan kemudian menghilang tergantikan dengan tren baru, yang juga bisa dikatakan sebagai tren musiman. Dilansir dari Kaskus, Rabu (18/3/2015), berikut adalah 5 tren musiman yang pernah ada di Indonesia.

1. Ikan Lou Han

Ikan Lou Han (Kaskus)
Ikan Lou Han (Kaskus)

Siapa yang tidak tahu dengan ikan yang satu ini? Ya, ikan Lou Han merupakan salah satu jenis ikan yang paling diburu berasal dari Malaysia dan Taiwan. Tidak hanya Indonesia, ikan dengan kepala ‘jenong’ ini bahkan diburu dari seluruh penjuru dunia. Nilai jual Lou Han mencapai jutaan kala itu. Tergantung dari jenis, warna merahnya, serta bintik hitam di sisinya. Jelas jika jenisnya dapat berpotensi lebih besar, harga semakin tinggi. Harga termahal untuk satu ekor Lou Han pernah mencapai Rp 40 juta satu ekor, yakni jenis Lou Han Golden Base.

2. Tanaman Anthurium

Tanaman Anthurium (Kaskus)
Tanaman Anthurium (Kaskus)

Anthurium termasuk tanaman dari keluarga Araceae yang memiliki daun indah. Tanaman ini memiliki sekitar 1000 jenis, di antaranya yang paling digemari adalah anthurium Jenmanii, Gelombang Cinta, dan Hookeri. Beberapa orang menganggap bahwa tanaman ini sangat mewah dan eksklusif. Harga tertinggi untuk tanaman anthurium kala itu mencapai Rp 70 juta. Namun sekarang, hanya dengan uang Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu saja kamu sudah bisa mendapatkan tanaman tersebut.

3. Gelang Power Balance

Gelang Power Balance (Kaskus)
Gelang Power Balance (Kaskus)

Tren ini sempat menjadi bahan pembicaraan tidak hanya di Indonesia, namun juga seluruh dunia. Pada tahun 2010,  muncul tren menggunakan gelang bernama Power Balance yang dianggap memiliki khasiat kesehatan dan membuat pemakainya tidak mudah jatuh. Awalnya, gelang ini dipakai oleh para selebriti dan atlet di berbagai negara untuk meningkatkan kemampuannya. Bahkan pesepakbola sekelas Cristiano Ronaldo disebut-sebut juga memakai gelang ini. Bermula dari situ, masyarakat mulai percaya akan khasiat ‘ajaib’ power balance. Beredar di pasaran, gelang Power Balance yang katanya asli dibanderol dengan harga Rp 500 ribu. Nyatanya, Australian Competition and Consumer Commission (ACCC), telah mengungkapkan bahwa khasiat gelang Power Balance adalah palsu.

4. Lovebird

Lovebird (Kaskus)
Lovebird (Kaskus)

Lovebird adalah burung yang berukuran kecil sekitar 13-17 cm yang memiliki sifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies “burung cinta kepala abu-abu” berasal dari Madagaskar. Warna serta karakter yang lucu dari burung ini menjadi daya pikat tersendiri. Sejak tahun 2012 lalu, lovebird mulai memasuki Indonesia dan harganya langsung melejit. Untuk satu pasang jenis biasa yang sudah pernah bertelur bisa mencapai jutaan rupiah. Yang paling mahal kala itu adalah jenis Lutino Mata Merah. Jika sudah pernah bertelur, harga untuk jenis itu bisa mencapai Rp 25 juta. Namun kini, untuk Lutino Mata Merah usia dewasa bisa kamu dapatkan dengan harga mulai Rp 200 ribu saja.

5. Batu akik

Batu akik (Kaskus)
Batu akik (Kaskus)

Tren ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu, hanya saja secara tiba-tiba batu akik langsung serempak diburu oleh banyak orang. Bahkan dari Sabang sampai Merauke. Jika dulu orang menggunakan batu akik untuk simbol ‘bapak-bapak’, namun sekarang makna tersebut sudah bergeser. Tidak hanya orang tua, anak muda pun kini ikut berburu. Bahkan kaum hawa juga demam batu akik. Harga batu akik sangat beragam, ada yang murah sekitar Rp 25 ribu, dan ada pula yang menyentuh angka Rp 175 juta atau lebih, tergantung jenis dan tekstur unik di dalamnya. Yang perlu diingat adalah, jangan sampai penikmat batu akik terbawa oleh hal-hal mistis yang membuat hati menjadi syirik. (tom)