Beberapa tahun belakangan ini, kita mungkin banyak mendengar ada film yang di-remake atau film yang di-reboot. Banyak orang yang kemudian menyamakan kedua istilah tersebut untuk kemudahan, padahal arti dari keduanya itu cukup berbeda. Apa bedanya?

Remake adalah penggarapan film yang masih ‘menghormati’ sumber asli, terutama jalan ceritanya. Remake biasa dilakukan terhadap film-film yang dulunya pernah laris dan menduduki box-office. Tujuannya adalah untuk bisa mengulang kesuksesan yang dulu pernah diraih. Bisa juga diartikan sebagai langkah modernisasi sebuah film.

Satu contoh film remake adalah “Dawn of the Dead”. Film aslinya digarap oleh George Romero di tahun 1978 dengan teknologi yang sangat rendah. Sehingga zombie tak nampak menakutkan, malah terlihat lucu. Namun di tangan Zack Snyder pada tahun 2004, para zombie ganas ini diubah dengan sentuhan teknologi yang jauh lebih maju dan hasilnya lumayan bikin kalian histeris.

Meski sama-sama me-recycle hasil karya yang sudah ada, reboot tetap memiliki arti yang berbeda dengan remake. Jika remake masih menghargai sumber asli film yang akan digarap ulang, beda halnya dengan reboot. Proses ini memang membuang jauh-jauh sumber film aslinya. Contohnya bisa kita lihat pada film Batman “The Dark Knight Trilogy”, atau “Spider-Man” versi Sam Raimi yang kemudian di-reboot jadi “The Amazing Spider-Man”, dan juga “Fantastic Four”, yang kabarnya akan dibuat tidak berdasarkan versi komiknya.

Reboot bisa berarti ‘menelanjangi’ material asli dan kemudian membuat cerita baru yang mungkin berbeda dari cerita aslinya. Reboot biasanya hanya menyisakan judul aslinya saja.

Sepertinya kita tak punya pilihan sebab di tahun 2015 hingga tahun depan, Hollywood masih akan menyuguhkan film-film reboot dan remake. Meski demikian, masih terbuka kemungkinan Hollywood akan kembali menyuguhkan kita film-film yang fresh dan menarik. (tom)