Mendekam di dalam penjara merupakan hal yang dihindari oleh kebanyakan orang. Namun menurut pria yang satu ini, mendekam di dalam penjara malah bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. Kok bisa?

Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, yang tahun lalu dibebaskan setelah mendekam 39 tahun di dalam penjara karena dituduh melakukan pembunuhan yang tak dilakukannya, mendapatkan uang kompensasi lebih dari USD 1 juta atau sekitar Rp 13 miliar.

Pria ini pantas untuk mendapatkan uang tersebut, mengingat dirinya ditahan atas kejahatan yang tidak pernah lakukan. Pengadilan Ohio pun memerintahkan agar uang ganti rugi itu diserahkan kepada pria bernama Ricky Jackson tersebut.

“Wah…saya tak mengetahui itu. Hal ini sangat fantastis. Saya tak tahu harus berkata apa. Ini akan sangat berarti,” kata Jackson seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/3/2015).

Pada tahun 1975, Jackson bersama Wiley Bridgeman dan Kwame Ajamu, saudara Wiley, dinyatakan bersalah atas pembunuhan Harold Franks, seorang salesman di kawasan Cleveland, berdasarkan kesaksian seorang bocah berusia 12 tahun.

Bocah itu, Eddie Vernon, beberapa tahun lalu mengubah kesaksiannya dan mengatakan kepada aparat hukum bahwa dia tak pernah menyaksikan sendiri pembunuhan itu. Selain kesaksian Vernon, tak ada bukti kuat yang mengaitkan Jackson dengan pembunuhan itu.

Sejumlah saksi lain memastikan Jackson ada di dalam sebuah bus sekolah saat pembunuhan itu terjadi. Awalnya Jackson dijatuhi hukuman mati namun batal karena adanya kesalahan dokumen.

Setelah Jackson dibebaskan, tak lama kemudian Wiley Bridgeman juga dibebaskan pada bulan November tahun lalu. Sedangkan Ajamu setelah hukuman matinya diubah dia dibebaskan pada tahun 2003 setelah 27 tahun mendekam dalam penjara. Namun, pada Desember lalu seorang hakim di Cleveland tetap menghapuskan semua dakwaan kriminal terhadap pria itu. (tom)