Pada ajang National Innovation Forum (NIF) 2015 yang berlangsung di Graha Widya Bakti Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, seseorang yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia, BJ Habibie, mempresentasikan salah satu produk pesawat terbarunyanya yang akan diberi label R80 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah dukungan finansial dari pemerintah. Penyebabnya, investor dari dalam dan luar negeri baru mau berinvestasi ke perusahaannya jika pesawat itu mendapat bantuan dari pemerintah.

Jika dukungan itu sudah dicapai, Habibie mengatakan pesawat besutannya itu akan mengudara pada tahun 2019. “Kalau itu terjadi, pesawat ini baru akan mengudara tahun 2019. Sudah dua tahun, kita sudah jauh bekerjanya,” kata Habibie dikutip dari Liputan6com, Jumat (17/4/2015).

Presiden Jokowi sendiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek pesawat tersebut sebagai pesawat nasional.

Lalu apa saja keunggulan pesawat terbaru besutan Habibie ini dibandingkan pesawat yang sudah dimiliki oleh Indonesia? Habibie pun menjelaskan beberapa keunggulan pesawat itu. Beberapa hal yang diunggulkan yaitu kapasitas penumpang yang jumlahnya cukup banyak, antara 80-90 orang, waktu berputar yang singkat, dan perawakannya yang juga terbilang lebih mudah dibanding pesawat-pesawat produksi pabrikan Amerika Serikat maupun Eropa.

Dengan kemampuan itu, Habibie menilai pesawat R80 merupakan pesawat yang paling tepat untuk dioperasikan di Indonesia, khususnya untuk pesawat-pesawat yang dioperasikan di bandara dengan landasan pacu pendek.

“Jawabannya ini. Ini pesawat yang paling tepat untuk Indonesia. Ini sudah dilakukan studi di Amerika,” kata Habibie.

Menteri Perindustrian Saleh Husin, yang juga merupakan politisi Partai Hanura itu menyatakan, saat ini Indonesia membutuhkan banyak pesawat dengan tipe yang tak jauh berbeda dengan R80. “Itu kan swasta, tapi Pak Habibie. Kita lihat memang kita butuhkan alat transportasi, baik laut maupun udara, tentu yang dibuat ini kan R80 model kaya ATR 72 yang Wings untuk kapasitas 80 seat,” ujar Saleh.

Menurut dia, tipe pesawat R80 cocok dengan kondisi alam di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. “Kita tahu Pak Habibie kan bagus, dan apa yang dirintis itu dibutuhkan oleh kita. Kita punya pulau-pulau terutama di wilayah Indonesia timur dibutuhkan alat transportasi, apalagi yang kapasitas 80 penumpang. Menurut engineer yang datang pada kami, itu tipe yang dianggap cukup mutakhir,” ujar dia.

Semoga saja pesawat R80 ini benar bisa menjadi pesawat nasional Indonesia di masa yang akan datang, sehingga kita bisa berbangga hati memiliki pesawat produksi dalam negeri. (tom)