Memperingati Hari Buruh atau May Day yang diperingati tiap tanggal 1 Mei, biasanya buruh di Indonesia akan melakukan demo untuk menuntut kenaikan gaji. Namun tidak demikian halnya di tempat yang satu ini.

Di Kota Marinelda, Provinsi Andalusia, Spanyol, para buruhnya justru tidak pernah menuntut kenaikan gaji. Bagaimana tidak, pasalnya tiap bulannya mereka telah digaji USD 1.600 atau sekitar Rp 20 juta per bulannya.

Lebih jauh lagi, ternyata meskipun daerah tersebut merupakan daerah termiskin di Spanyol, tidak ada penduduk yang menganggur, dan semuanya memiliki pekerjaan. Hal itu dikarenakan adanya koperasi pertanian kota yang makmur di sana. Sehingga sekitar 2700 penduduk Marinaleda bisa memiliki pekerjaan tetap di koperasi tersebut.

Dilansir dari TheOpenMind, Jumat (1/5/2015), Marinelda terletak di lembah Campiña yang indah, kota ini dikeliling oleh perbukitan hijau, perkebunan zaitun, dan perkebunan gandum yang membentang sejauh mata memandang.

Berawal dari krisis keuangan pada tahun 2008, Walikota Marinaleda Juan Manuel Sánchez Gordillo yang sudah terpilih sejak tahun 1979, berhasil mengorganisir dan membawa masyarakat menjauh dari kemiskinan.

Berada di provinsi termiskin Spanyol, membuat Gordillo berfokus untuk menjual bahan makanan pokok seperti minyak, beras dan kacang-kacangan karena rakyatnya masih banyak yang tidak mampu untuk membeli makanan.

Selain makanan, ia pun membebaskan biaya bagi warganya yang ingin membangun rumah berukuran 192 meter persegi. Bahan baku dan pekerja berkualitas disediakan oleh petugas balai kota. Jika rumahnya sudah dibangun, maka penghuninya dilarang untuk menjual rumahnya itu untuk kepentingan pribadi. Selain itu, mereka juga harus membayar uang sebesar USD 19 atau sekitar Rp 243 ribu per bulan selama sisa hidup mereka.

Namun tampaknya harga segitu tidak akan menjadi masalah, mengingat gaji yang mereka terima jauh lebih besar. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah hal seperti ini juga bisa terjadi? (tom)