Kamu pasti pernah menonton film “Robocop”, dimana sang tokoh utamanya adalah seorang manusia yang kemudian dijadikan robot polisi untuk menegakkan hukum.

Bagaikan film fiksi “Robocop” tersebut, kepolisian Uni Emirat Arab rencananya akan memakai robot-robot penegak hukum. Konon para robot tersebut sudah dibekali kecerdasan buatan yang membuatnya bisa berinteraksi dengan manusia.

“Robot akan berinteraksi langsung dengan orang-orang dan wisatawan. Mereka akan memiliki layar interaktif dan mikrofon yang terhubung ke call center Polisi Dubai. Orang tidak hanya dapat mengajukan pertanyaan dan menyampaikan keluhan, tetapi mereka juga akan terhibur saat berinteraksi dengan robot,â? kata kolonel Khalid Nasser Alrazooqi dalam sebuah konferensi keamanan di Dubai, dikutip dari CNNIndonesiacom, Rabu (6/5/2015).

Robot-robot tersebut adalah bagian dari perwujudan kota pintar yang digagas otoritas setempat. Alrazooqi juga mengklaim bahwa ke depannya mereka akan mengoperasikan berbagai jenis robot untuk keperluan pelayanan publik, bukan cuma yang berurusan dengan hukum saja.

“Itu akan menjadi robot cerdas yang sepenuhnya dapat berinteraksi tanpa intervensi manusia sama sekali. Ini masih dalam penelitian dan pengembangan,” tambah Alrazooqi.

Dengan populasi kecil namun sumber dana yang cukup besar, maka sudah sewajarnya Dubai menargetkan mereka jadi kota pintar pertama di dunia yang menggunakan teknologi terkini, termasuk robot.

Menggunakan robot sebagai petugas keamanan memang mulai marak dilakukan. Sebelum Dubai, Microsoft sudah lebih dulu menggunakan robot untuk menjaga keamanan di sekitar kantor mereka.

Robot penjaga Microsoft itu bernama K5, hasil rakitan perusahaan pengembang robot Knightscope. Bentuknya tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram. Ada empat unit K5 yang tersebar di kampus Microsoft.

Robot K5 (CNN Indonesia)
Robot K5 (CNN Indonesia)

Bentuknya nyaris menyerupai segitiga namun ujung atasnya membulat. Permukaannya berwarna putih, lengkap dengan lampu yang bekerja sebagai alarm, sirene, serta kamera untuk memantau area sekitar. Jika K5 ‘mencium’ adanya masalah, ia akan secara otomatis membunyikan alarmnya atau mengirimkan penjaga keamanan langsung ke lokasi tersebut.

Menurut laporan ExtremeTech, K5 mampu bekerja selama 24 jam hanya dengan sekali pengisian daya baterainya. Untuk pengisian ulang daya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Hebatnya, ketika baterai mereka hendak menipis, K5 langsung meluncur ke stasiun pengisian daya baterai dengan sendirinya.

Kira-kira seperti apa robot polisi yang digunakan Dubai nantinya? Apakah Indonesia juga bisa memakai teknologi tersebut? Kita nantikan saja. (tom)