IPK merupakan nilai akhir seorang mahasiswa yang menjadi tolak ukur kesuksesan akademik dalam bidang tertentu ketika di kampus. IPK yang tinggi menjadi incaran hampir kebanyakan mahasiswa, karena anggapan mereka untuk mempermudah ketika malamar pekerjaan. Tetapi seberapa pentingkah IPK dalam dunia kerja? Berikut JadiBerita memiliki beberapa alasan kenapa kamu harus melatih skill, bukan justru mengejar IPK tinggi semata:

1. Dunia kerja adalah laboratorium

Menumpuknya deadline tugasmu (mroutsource.com)
Menumpuknya deadline tugasmu (mroutsource.com)

Dunia kerja bukanlah seperti ruang kelas yang akan diisi oleh teori-teori runtun seperti pada text book. Dunia kerja adalah laboratorium. Ruang praktikum. Spontanitas dan kelihaianmu terhadap suatu bidang akan diuji di sana. Kamu tidak akan lagi diberikan pedoman berupa buku dan teori-teori di dalamnya. Resapilah bahwa ketika kamu berkuliah, proses dalam penyerapan ilmu itulah yang kamu ambil. Bukan hanya sekedar datang, absen dan ketika ujianpun kamu berleha-leha. Kamu seharusnya banyak berlatih dan menggali keahlianmu. Kamu akan terlatih untuk menyelesaikan berbagai masalah yang kamu temui ketika dalam pelatihan, sehingga ketika terjun dalam dunia kerja, kamu tidak kaget dan kaku ketika menjalani tugas-tugasmu.

2. Kesempatan berbisnis

Kamu sukses menjalankan usahamu (coca-colacompany.com)

Terkadang apakah terlintas dalam benakmu, bahwa banyak orang di luar sana yang bisa sukses dengan bisnis yang dijalankannya tanpa embel-embel gelar S1, S2 ataupun S3 pada namanya. Sedangkan kamu sudah susah payah mengejar pendidikan, tetapi pada akhirnya harus tetap menjadi karyawan pada suatu usaha. Apakah kalian pernah merenungkan bahwa skill merupakan salah satu pemegang andil dalam penentu kesuksesan sebuah bisnis. Teori memang diperlukan untuk mengembangkan bisnis, tetapi kalau hanya benar-benar terpaku pada teori, bisnis justru tidak akan berkembang dengan sehat. Skill untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, mengelola keuangan hingga kemampuan mengelola dirimu sendiri. Dengan memiliki skill, kamu memiliki kesempatan untuk berbisnis, lho.

3. Melatih public speaking tak kalah penting

Kamu sedang presentasi di hadapan klien (biz-group.ae)

Di samping tingginya angka indeks prestasimu, alangkah lebih baik jika kamu mengimbanginya dengan kemampuanmu untuk bisa berbicara di depan umum. Jangan salah, skill public speaking itu perlu, lho. Apapun jenis bidang yang kamu geluti. Dengan memiliki skill, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan bonus dan kepercayaan tambahan. Misal saja, kamu seorang akuntan. Profesi tersebut tidak hanya dijalankan di belakang meja ketika berkutik dengan angka-angka, ada waktu dimana kamu harus mempresentasikan apa yang telah kamu tuliskan dalam laporan keuangan. Ketika rekan-rekan satu timmu tidak ada yang bisa melakukan presentasi, kamu dengan kemampuan public speaking-mu berani maju dan mempresentasikan laporan keuangan di hadapan dewan direksi ataupun klien. Bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan peluang karir yang lebih, lho.

4. Wawasan perlu digali

Cari pengetahuan sebanyak-banyaknya (naswcalifornianews.org)

Akademismu baik? Hapalan teori-teorimu kuat? Tetapi kamu tidak peka terhadap pengetahuan lain di sekelilingmu? Sebaiknya cepat-cepat kamu ubah pola belajarmu. Wawasan pengetahuan selain bidangmu juga perlu, lho. Hal itu untuk meningkatkan kualitas dirimu. Memiliki pengetahuan yang luas bisa membuat siapapun akan senang berlama-lama berbicara denganmu. Dengan memiliki banyak teman bicara, ada kemungkinan bahwa kamu bisa mendapatkan kesempatan kerja yang baik, lho yang di dukung dengan pengetahuanmu yang luas.

(anb)