Universitas Teknologi Mara (UiTM) yang cukup ternama di Malaysia menunda kelulusan seorang mahasiswanya selama dua tahun. Mahasiswa itu disanksi berat akibat berfoto ‘selfie’ berlatar sang rektor ketika mengikuti wisuda.

Dilansir dari Metro, Rabu (20/5/2015), wakil rektor UiTM Tan Sri Prof Dr Sahol Hamid Abu Bakar mengatakan perilaku mahasiswa tersebut tak sopan dan tak sesuai dengan budaya Melayu. â??Tindakannya mempermalukan UiTM,â? kata Sahol.

â??Para mahasiswa sudah diberi penjelasan singkat tentang pedoman perilaku sebelum memasuki aula, termasuk peringatan untuk tidak selfie di atas podium. Dia seharusnya menghormati upacara tersebut dan para dosen,â? tambahnya.

Muhammad Hasrul Haris Mohd Radzi, mahasiswa yang lulus dari jurusan fotografi di UiTM Lendu, Malaka, kemudian meminta maaf dan mengatakan ia tak bisa mengontrol dirinya karena terlalu senang saat menerima ijazah dari sang rektor. “Seharusnya tidak ada salahnya bila aku ingin berfoto selfie seperti itu, setelah menyelesaikan studi diploma selama dua setengah tahun ini,” celoteh Hasrul. Dia menambahkan bahwa dia tidak menyadari jika selfie dilarang oleh universitas.

Diketahui, kejadian memalukan ini adalah yang kedua kalinya di kampus itu. Mahasiswa yang selfie sebelumnya juga ditahan ijazahnya. Wakil rektor UiTM mengimbau agar tidak adal agi mahasiswa yang melangggar norma saat menjalani acara formal universitas.

“Saya berharap hal ini akan menjadi pelajaran untuk semua mahasiswa sehingga insiden yang sama yang telah mencemari nama baik UiTM tidak terjadi lagi,” kata Sahol.

Ketegasan pihak universitas menyikapi hal sepele memang bukan isapan jempol, wakil rektor tersebut menindak tegas dengan sebuah kutipan khas Malaysia “Biar mati anak, jangan mati adat”, yang maksudnya adalah keteguhan norma aturan haruslah dijunjung tinggi dan jangan disepelekan. (tom)