Kabar mengenai suara yang dipercaya banyak orang sebagai suara sangkakala memang cukup menghebohkan. Tak hanya kalangan orang biasa saja, bahkan kalangan selebriti dan juga ahli fisika juga turut mengomentari mengenai kejadian tersebut.

Jika sebelumnya ada analisa dari pihak NASA, kini analisa datang dari fisikawan Indonesia bernama Yohannes Surya. Komentarnya terkait suara sangkakala itu bisa dilihat di akun Facebooknya, yang telah dikutip JadiBerita di bawah ini:

“Bunyi ribuan trompet di angkasa? Dari mana sumbernya?

Baru-baru ini di daerah tertentu di Kanada, Amerika, Polandia, Jerman dsb orang mendengar bunyi aneh seperti bunyi ribuan trompet atau bunyi gaung yang cukup lama (beberapa menit).

Bunyi seperti ini pernah bikin heboh di tahun 2012 (yang katanya pertanda hari kiamat menurut kalender Maya). Sumber bunyinya ada yang mengatakan berasal dari luar angkasa seperti radiasi elektromagnetik, sinyal alien, gerakan planet-planet, bunyi sangkakala malaikat menjelang kiamat dsb.

Saya sulit percaya kalau bunyi itu berasal dari luar angkasa (diluar atmosfir bumi). Di luar angkasa yang hampa udara, bunyi tidak bisa merambat.

Saya lebih percaya kalau sumber bunyinya ada di bumi (termasuk atmosfir bumi).

Sumbernya bisa bermacam-macam (karena terjadinya didaerah yang berbeda-beda kondisinya).

Sebagian bunyi mungkin berasal dari gesekan antar lempeng bumi. Gesekan lempeng ini menimbulkan gempa bumi. Gempa bumi kecil bisa menimbulkan bunyi yang cukup keras. Ini bisa terjadi bersamaan dibeberapa tempat sekaligus. Pada kondisi tertentu bunyi ini bisa dipantulkan oleh lapisan atmosfir sehingga bagi sebagian orang, bunyi kedengaran berasal dari angkasa.

Sebagian bunyi mungkin berasal dari gesekan daun dan ranting yang tertiup angin keras atau bunyi pesawat/mesin yang sedang uji coba

Sebagian mungkin berasal dari kejadian alamiah di atmosfir bumi seperti kilat/guntur.

Tapi bisa juga bunyi tsb terjadi ketika ada gas yang hendak keluar dari celah-celah bumi (seperti kentut bumi).

Atau itu adalah bunyi tiruan yang dibuat orang untuk bikin heboh (seperti pengakuan seorang yang pernah buat bunyi tiruan ini).”

Bisa dilihat kalau menurut Yohannes, suara sangkakala itu bukan berasal dari luar bumi, melainkan datang dari bumi sendiri akibat pergeseran lempeng bumi atau justru datang dari suara pesawat yang sedang diuji coba.

Jadi kesimpulannya, Yohannes beranggapan kalau suara yang didengar oleh berbagai warga di seluruh dunia itu tidak ada hubungannya dengan suara sangkakala penanda kiamat.

Sementara itu, di kolom komentar ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Yang tidak setuju mengatakan kalau ilmuwan, termasuk Yohannes, lebih mengandalkan ilmiah daripada percaya adanya sangkakala. Sedangkan yang sependapat mengatakan kalau benar itu suara sangkakala, maka seharusnya bisa didengar oleh semua orang di bumi ini, bukan hanya beberapa negara saja.

Bagaimana menurut kamu? (tom)