Tak bisa dipungkiri lagi kepopuleran Raja Pop Dunia, Michael Jackson sudah mendunia. Namanya begitu menggaung seantero dunia, termasuk Indonesia. Fans setia Michael Jackson di Indonesia begitu banyak hingga ada komunitasnya.

Meski telah meninggal sejak tahun 2009 lalu namun karya-karya dari sang Raja Pop itu masih dinikmati hingga saat ini. Itulah yang menginspirasi Fadly Jackson dalam membuat film “Persembahan Terakhir The Movie”.

Berbagai pengalaman dalam menjadi fans serta impersonator dari Michael Jackson dituangkannya dalam film ini. Film ini dikemas dalam bentuk drama musikal. Tak hanya dance dan action, Fadly juga menyisipkan bumbu komedi di dalamnya.

Hanya menjadi penggemar tampaknya tak cukup bagi Fadly. Secara keseluruhan, film ini menjadi rangkuman pengalaman dalam ‘menghayati’ kekagumannya terhadap sang raja pop.

Fadly Jackson, atau yang bernama asli Fadly Fuad, adalah fans setia Michael Jackson yang paling konsisten. Dirinya meniru gaya idolanya itu, mulai dari penampilan hingga gayanya dalam dance. Karena itu dirinya sering disebut impersonator, atau orang yang suka meniru gaya orang lain.

“Ini persembahan terakhir buat almarhum MJ yang sudah menginspirasi selama aku hidup. Memang mulainya dari 2013, tetapi sebenarnya sudah dari 2010. Ini untuk almarhum yang sebenarnya banyak memberikan inspirasi untuk orang banyak,” ucap Fadly saat jumpa pers di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, dikutip dari Kapanlagicom, Rabu (3/6/2015).

Film dibuka dengan testimoni dari para artis lokal mengenai sosok Jacko bahkan sang ibu pun (Katherine Ester Scurse) juga hadir dalam video tersebut. Berbagai konflik juga dihadirkan dalam film ini. Mulai dari trauma masa lalu yang Fadly rasakan kala grup dance-nya pecah. Hingga drama yang muncul ketika Fadly dipaksa menunjukkan kemampuannya menari seperti Jacko oleh sang kekasih untuk menghibur Anto (Faiz Zaldi) yang menderita leukimia.

Pemanis dalam film ini yakni Annabelle Jusuf yang berperan sebagai Silvi kekasih sang fans setia. Film ini juga dibintangi oleh Lydia Kandou, Dwi Andhika, serta Opie Kumis.

Perjalanan pembuatan film ini tidak berjalan dengan mulus. Beberapa kali film ini mengalami perubahan skenario, tepatnya 7 kali revisi.

“Ini true story yang saya melihat kenyataannya. Ketika ditawarkan, awalnya gak mudah karena ini bercerita tentang pengalaman hidup. Nah kita buat dengan semaksimal mungkin. Karena ini genre baru kita bisa mendapatkan celah dan kesempatan dari genre lain,” papar Co-Produser, Aldo Bamar.

Film “Persembahan Terakhir” ini mulai tayang di bioskop 4 Juni besok. Kamu bisa lihat dulu trailernya di bawah ini.

(tom)