Malioboroman di jalanan (Brilio)

Sama seperti Marvel atau DC yang punya superhero semacam Iron Man, Batman, atau Superman, Indonesia juga memiliki beberapa tokoh superhero. Misalnya seperti Gundala Putera Petir, Godam, atau Panji Manusia Milenium. Namun sayangnya mereka kalah pamor dibandingkan dengan superhero asal Hollywood.

Selain yang sudah disebutkan di atas, kini muncul lagi sesosok superhero baru dari Indonesia, tepatnya dari Yogyakarta alias Jogja. Dia bernama Malioboroman. Sesuai namanya, dia berasal dari Jogja. Sosok superhero ini adalah buatan dari Dagadu, merek clothing khususnya kaos yang hampir seluruhnya bertemakan tentang Jogja.

Menurut Lisda Diyanti, salah satu Gardep Dagadu (sebutan untuk pramuniaga Dagadu), di era modern ini Malioboroman hadir sebagai obat rindu warga Jogja akan sosok lokal yang selalu siap sedia menjaga kota Jogja agar tetap aman & nyaman, asri lingkungannya dan mengedepankan keramahan dan kesopanan.

IMG_20150617_175214

“Ciri khasnya tetap njawani, walau kostum mirip Superman tapi tetap memakai blangkon,” ujar Lisda seperti dikutip JadiBerita dari Brilionet, Rabu (17/6/2015).

Sosok Malioboroman ini hadir dalam kaos-kaos produksi Dagadu baik untuk dewasa maupun anak-anak. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap budaya negeri sendiri di tengah eksistensi budaya barat yang semakin besar pengaruhnya di Indonesia.

Malioboroman di jalanan (Brilio)
Malioboroman di jalanan (Brilio)

“Motonya adalah problema datang Malioboroman menghadang. Problema hilang masyarakat senang. Sosok ramah penuh suka cita selali dinanti dimana pun dia berada, maksudnya untuk menggambarkan orang Jogja itu ramah-ramah,” lanjut Lisda.

Lebih unik lagi, Malioboroman juga memiliki lagu temanya sendiri layaknya superhero lainnya. Di bawah ini adalah lirik lagunya.

“Membumbung bagai burung
Melesat bagai kilat,
Biar kecil tak pernah jahil
Biar gendut tak pernah takut
Jagoan Djokdja, Malioboroman namanya”

“Jagoan lokal yang banyak akal
antang menyerah apalagi pasrah
Banyak ide tidak harus gede
Tulus berkarya demi Jogja”

(tom)