Aipda Beni Hendrik (liputan6.com)

Tidak ada manusia yang menginginkan memiliki kekurangan dalam dirinya, terlebih kekurangan tersebut dapat terlihat secara jelas oleh mata-mata manusia lain yang melihatnya. Tetapi bagaimanapun kenyataan harus tetap dijalani.

Begitulah gambaran seorang polisi yang berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) bernama Beni Hendrik. Polisi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini harus rela kehilangan dua kakinya karena kecelakaan dalam tugas pada tahun 2005 lalu.

Ketika itu, Aipda Beni tengah bertugas melakukan olah perkara kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Kabupaten Bandung. Saat penderekan dilakukan, Aipda Hendrik berada di antara truk dan mobil yang terlibat kecelakaan.

Tiba-tiba, hal tak terduga terjadi seketika. Truk lain meluncur menabrak bagian belakang truk derek. Aipda Beni terhimpit di tengah-tengah kendaraan-kendaraan tersebut.

Ia terluka parah. Kedua kakinya hancur. Aipda Beni kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Cicalengka, tetapi dipindahkan ke Rumah Sakit Halmahera, karena faslitas di RS Cicalengka kurang lengkap.

Dokter menyarankan agar ia mengamputasi kaki kirinya karena kalau tidak nyawanya tidak akan selamat. Ia merasa sangat hancur tetapi ia akhirnya merelakan kaki kirinya untuk diamputasi.

Selang 10 hari kemudian, kaki kanannya membengkak. Betisnya membesar melebihi pahanya. Bukan karena darah, tetapi karena nanah yang terkumpul dan membuat kaki kanannya membusuk.

Ia merasa sangat hancur. Ia kehilangan rasa percaya dirinya. Hingga sekitar satu setengah tahun lamanya ia mengumpulkan kembali rasa percaya diri dan menjalani aktivitasnya kembali secara normal.

Aipda Beni tetap bertugas sebagai polisi. Ia kini bertugas mengurus administrasi di Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Sektor (Polsek) Rancaekek, Kabupaten Bandung sejak 2007 lalu.

Meski memiliki keterbatasan, ia tetap bertekad untuk terus mengabdi pada kepolisian demi menyejahterakan masyarakat. Ia berniat menuntaskan pekerjaannya meskipun harus dibantu dengan kursi roda untuk selesai sampai pensiun nanti

(anb)