Sebelum adanya uang kertas, seluruh dunia menggunakan uang koin atau uang logam sebagai alat transaksi. Termasuk juga Indonesia. Setelah uang kertas mulai digunakan, uang logam tak begitu saja ditinggalkan, melainkan masih digunakan hingga kini, hanya saja telah mengalami perubahan desain.

Seperti yang sudah diketahui bersama, mata uang yang kita gunakan adalah Rupiah. Namun sebelum adanya Rupiah, kita menggunakan mata uang yang berbeda. Hal ini dikarenakan kita masih menggunakan mata uang dari Belanda, atau VOC. Dulu uang logam atau uang koin dari VOC dikenal dengan nama “Duit”. Untuk uang logamnya sendiri ada 2, yaitu 1/2 duit dan 1 duit.

Baru setelah itu, ada mata uang lain yang kita gunakan, yaitu keping, yang dipakai pada tahun 1804, terutama di wilayah Sumatera.

Selain Duit dan Keping, kita juga pernah menggunakan uang sen, seperti uang logam 1/2 sen, 1 sen, 5 sen, bahkan 50 sen. Baru setelah itu kita menggunakan uang rupiah. Uang 50 sen sendiri sudah bergambarkan Burung Garuda yang merupakan lambang Indonesia.

Uang rupiah berupa uang logam yang pertama digunakan adalah uang logam 2 rupiah, yang diproduksi pada tahun 1970. Kemudian pada tahun 1974 diproduksi pula uang logam 10 rupiah.

Beralih ke tahun 1978, mulai muncul uang logam 100 rupiah yang sudah kita kenal, bergambarkan wayang dan rumah gadang. Lalu pada tahun 1979, Indonesia juga mengeluarkan uang logam 5 rupiah, yang bergambarkan Keluarga Berencana.

Untuk uang logam berikutnya, sepertinya kamu sudah tahu uang logam pecahan berapa saja yang pernah digunakan di Indonesia. Selain pecahannya, mungkin kamu juga sudah hafal gambar apa saja yang ada di masing-masing uang logam itu.

Jika kamu sedikit lupa atau malah belum tahu, kamu bisa lihat foto-foto di bawah ini, yang memperlihatkan uang logam yang pernah digunakan di Indonesia dari dulu hingga kini. (tom)