Ada jutaan umat muslim di seluruh dunia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Bagi para umat muslim, bulan suci Ramadhan tentunya akan dimanfaatkan dengan baik untuk beribadah karena memiliki pahala yang berlipat ganda. Meski jumlah populasi umat muslim di Korea tidak sebanyak di Indonesia, umat muslim Korea tetap semangat menjalani puasa Ramadhan dari Imsak hingga berbuka. Bagi para pecinta negeri ginseng ini pasti bertanya-tanya bagaimana sih suasana Ramadhan di negeri ginseng ini? Apa berbeda dengan suasana Ramadhan di Indonesia? Kali ini JadiBerita akan mengajak kamu untuk mengintip suasana Ramadhan di negeri ginseng.

1. Puasa 17 Jam

Durasi berpuasa di Korea Selatan ternyata lebih lama loh. Jika di Indonesia, kamu berpuasa selama 13 hingga 14 jam, waktu berpuasa di sana mencapai 17 jam. Waktu berpuasa di Korea Selatan lebih lama karena selalu jatuh pada musim panas, sehingga mengakibatkan durasi terbit matahari lebih lama. Di Seoul, ibukota Korea Selatan, imsak jatuh pada pukul setengah empat pagi dan waktu maghrib jatuh saat matahari terbenam sekitar jam setengah sembilan malam.

2. Masjid Ramai

Berhubung umat muslim di Korea adalah minoritas alias tidak banyak, maka masjid yang ada di sana juga sangat jarang. Hal ini mengakibatkan masjid-masjid yang ada dipenuhi dengan para umat muslim di sana yang ingin beribadah mulai dari shalat berjamaah, tarawih, hingga tadarus Al-Quran. Malah saking penuhnya, saat shalat tarawih ada yang shalat di pelataran masjid. Salah satu masjid yang paling ramai dikunjungi adalah Masjid Central yang berada di Seoul.

3. Restoran Tetap Buka

Di Indonesia, pemerintah menganjurkan para pemilik restoran untuk menutup tirai restoran untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa. Tapi, di Korea kamu tidak akan menemui tradisi seperti itu. Restoran atau kafe tetap buka seperti biasa dan tanpa tirai.

4. Adanya Sayembara di Masjid

Setiap hari jumat di bulan Ramadhan, akan ada sayembara MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) yang diadakan oleh Korean Muslim Federation (KMF) di Masjid Central, Seoul. Sayembara ini bisa diikuti oleh siapa saja. Jadi kamu akan melihat beragam umat muslim dengan usia yang berbeda, profesi yang berbeda, serta negara yang berbeda ikut berpartisipasi dalam sayembara ini.

5. Kuliner Berbuka Puasa

Hal yang terakhir ini tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Selama Ramadhan, kamu akan menemui jajanan takjil yang dijual di sekitar kawasan masjid. Meski jumlahnya hanya 1-2 orang, namun penjual takjil di sini selalu ramai pembeli. Bagi kamu yang sedang berada di Korea Selatan dan kangen kuliner Indonesia, setiap sabtu kamu bisa berbuka puasa di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Di sana pihak KBRI menyediakan beragam menu berbuka khas Indonesia yaitu kolak, cendol, sop buah, gorengan, dan lain sebagainya. (jow)