Bidan Cantik Danisa Putri

Profesi bidan merupakan pekerjaan nan mulia. Selain membantu proses persalinan, bidan juga berperan penting demi menyelamatkan nyawa sang ibu dan si cabang bayi.

Namun menjadi bidan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tahap demi tahap yang sulit harus dilalui. Dimulai dari sekolah atau pendidikannya hingga akhirnya lulus ujian praktik dan membuka praktik seperti bidan.

Bagi kamu yang ingin menjadi bidan? Kali ini, jadiBerita.com mendapat kesempatan untuk mewawancara seorang mahasiswi tingkat akhir sekolah Akademi Kebidanan Stikes Widya Dharma Husada Pamulang. Danisa Putri namanya.

Berikut petikan wawancara selengkapnya:

1. Bisa ceritakan awal mula kenapa kamu ingin menjadi bidan?

Semuanya itu (cita-cita menjadi bidan) berasal dari keinginan sendiri, bukan karena orangtua. Dengan begitu, apa yang aku lakuin bisa maksimal, tanpa adanya paksaan. Sebelum masuk akademi kebidanan, sebelumnya masuk akademi keperawatan tepatnya di daerah Jagakarsa. Saat itu, saya sedang dinas pagi sebagai asisten perawat, lalu saya melihat proses orang melahirkan. Saat itu, saya pas banget di ruang bidan. Dan saya lihat, oh seperti ini ya proses melahirkan dan saya melihat bagaimana bidan berusaha keras menangani proses persalinan tersebut. Nah dari situ saya mulai menyukai, ingin menjadi bidan.

Ketika itu, saya sempat bingung, apakah nanti akan lanjut fokus di akademi keperawatan atau mulai masuk akademi kebidanan. Tapi pada akhirnya saya memilih kebidanan. Jadi, saya mulai usia 17 tahun, ketika di SMK Keperawatan sudah tertarik untuk menjadi bidan.

Saat tanya mama saya, dia mendukung. Katanya, terserah jika itu memang keinginan saya. Yasudah, akhirnya saya masuk akademi kebidanan. Dan, saya berpikir, dengan menjadi bidan nanti, saya bisa lebih berkembang dan bisa membuka praktik secara mandiri.

Danisa Putri
Danisa Putri

Seperti apa proses untuk menjadi bidan? Bisa jelaskan bagaimana sekolah atau pelatihannya?

Awal masuk Akademi Kebidanan itu lumayan banyak syaratnya. Mulai dari biayanya, mental. Misal pada saat SMK Keperawatan saya menangani orang sakit itu biasa, tapi jika bidan saya harus menangani persalinan yang lebih sulit dan banyak hal yang harus dikuasai.

Syarat untuk masuk Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) nggak perlu harus dari SMK Keperawatan. Bagi mereka yang SMA IPA atau IPS juga bisa. Untuk tesnya, yang pasti tes urine, tes kesehatan, dan tes buta warna.

Lantas, pas sudah mulai Sekolah Akademi Kebidanan, apa saja yang dipelajari?

Untuk semester 1, saya belajar yang namanya anatomi fisiologi tubuh. Semua anggota tubuh, mulai dari kerja syaraf, sel, itu semua harus kita hafal dan dikuasai. Orang yang bukan jurusan SMK kesehatan saja hampir menyerah, karena mereka juga masuk ini karena kemauan orangtua bukan karena keinginan sendiri. Makanya ada teman aku yang berhasil, ada teman aku yang berhenti.

Ada juga mata kuliah tentang asuhan kebidanan: kehamilan, persalinan, nifas, KB, reproduksi. selain dari teori ini ada pula untuk praktiknya yaitu yang dinamakan OSCE (Objective Structured Clinical Examination).

Saya mulai praktik semester 1. Praktik semacam ilmu keperawatan. Dan itu bagi saya yang sebelumnya SMK Keperawatan, sangat mudah dan dapat menguasai KDPK

Lalu praktik apa lagi yang kamu dapatkan?

Saya mulai praktik ke Puskesmas pada semester tiga. Ini praktiknya masih memantau saja bagaimana proses yang terjadi di sana. menghitung DJJ (detak jantung janin ) hitung HIS, Cek TTV (tanda-tanda vital) tiap 30 menit . Jadi saya masih ikut instruksi. Tapi pas mulai semester 5 kita sudah mulai lebih aktif untuk terjun langsung.

Lantas syarat untuk menjadi bidan apa saja?

Jadi bidan membutuhkan sifat kejujuran, amanah. Dari hal yang kecil harus jujur, untuk kemudian diaplikasikan dalam profesi bidan.

Bisa jelaskan apa hubungan sifat jujur yang dimaksud dengan profesi bidan?

Maksud jujur di sini adalah saat melakukan tugas sebagai bidan, kita harus amanah, melakukan tugas sesuai prosedur dengan baik dan benar, karena kita telah dipercaya untuk membantu si ibu. Itu merupakan tanggung jawab bidan.

Jika kita tidak jujur, memegang amanah. Nanti jika tidak sesuai prosedur, lalu jika pasien nanti kenapa-kenapa? Bagaimana? Untuk itu, perlu adanya karakter yang bertanggung jawab tersebut.

Saya berusaha menjadi bidan dari hati, ikhlas, tanpa memikirkan imbalannya. Karena kerja itu ibadah dan rezeki tidak akan kemana, jika kita melakukan hal tersebut. Karena saya yakin masa depan bidan itu terjamin, apalagi kalau sudah terampil dan banyak sekali pengalaman yang dikuasai . Insya allah ke depannya akan lebih baik dan bisa membuka praktik mandiri.

Oke, jadi syaratnya apa saja? Apakah harus memiliki surat izin praktik kah?

Iya ada, itu namanya SIPB, Surat Izin Praktik Bidan. Untuk mendapatkan itu, harus uji kompetensi setelah lulus dari Akademi Kebidanan. Jadi misalnya saya sudah wisuda, lalu saya datang lagi untuk uji kompetensi.

SIPB biasanya didapatkan dari pemerintah, Kementerian Kesehatan . Lalu saya harus kerja untuk mencari pengalaman terlebih dahulu di klinik atau rumah sakit untuk menjadi bidan. Jadi, SIPB itu uji kompetensi tertulis. Semacam ujian tulis.

Sebenarnya buat apa tujuan uji kompetensi tersebut, sementara si mahasiswi itu kan sudah wisuda?

Jadi, ini gunanya untuk me-refresh kembali apa saja yang telah dipelajari sewaktu kuliah dari semester 1. Ini juga untuk mengetes kita apakah teori yang sudah dipelajari benar-benar sudah dipraktikkan dengan baik. Jadi tidak sekadar hafalan saja, terus pas diterapin malah lupa.

 

Danisa Putri
Danisa Putri

Terus ketika kamu sudah jadi bidan, apa saja tanggung jawab seorang bidan?

Tugas bidan itu banyak. Bidan itu lebih ke peran. Ada tiga perannya. Pertama, sebagai pendidik. Pendidik itu misalnya mendidik klien mengenai cara menjaga kesehatannya pada saat hamil. Jadi, pertama, peran itu memberikan pendidikan untuk ibu dan anak, dan juga masyarakat.

Selain pendidik, seorang bidan itu juga memiliki tanggung jawab penyuluhan tentang kesehatan. Misalnya menu makanan seimbang itu seperti apa. Jadi, bidan juga harus mengerti dan menjadi ahli gizi juga

Terus kedua, seorang bidan itu harus menjadi pengelola, yakni me-manage lingkungan sekitar. Misalnya di desa ini, bidannya kurang nih, pelayanan kesehatan dari otoritas sekitar kurang nih misalnya. Nah di situ, seorang bidan turun tangan, memberikan input. Untuk itu, kita harus mengelola lingkungan sekitar.

Kemudian ketiga, seorang bidan juga harus menjadi peneliti. Misalnya di suatu wilayah yang mana kira-kira desa itu tidak ada bidan desa, klinik, atau fasilitas kesehatan. Terus ia meneliti, dan menyarankan pemerintah setempat mengadakan apa saja yang diperlukan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menggunakan akses kesehatan yang ada.

Jadi ketiga tugas itu, di samping tugas utama sebagai orang yang membantu seorang ibu saat melahirkan ya?

Iya. jadi wewenang bidan seperti itu. Dan tanggung jawab bidan itu tentu menjaga agar seorang ibu itu bisa melahirkan dengan lancar dan meminimalisir komplikasi terhadap persalinan. Menghindari kemungkinan buruk sampai meninggal.

Menurut kamu berapa persen, seorang ibu berpotensi meninggal saat melahirkan?

Berdasarkan data, angka kematian ibu saat melahirkan, saat tahun 2007, 228 orang per 100 ribu kelahiran hidup di seluruh Indonesia.

Nah, menurut data yang saya pelajari, angka kematian saat proses melahirkan dengan mak dukun itu mencapai 40,2 %. Lebih besar dibanding persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan.

Suka duka jadi bidan apa?

Bagi saya, sukanya itu adalah ketika klien atau si ibu itu merespons dengan baik apa yang sudah kita jelaskan dan kita sarankan. Saya senang mendengar seorang ibu yang antusias dan memberikan feedback dengan baik saat konseling.

Saya saat praktik memberikan konseling, saya akan minta si ibu mengulang kembali apa yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Dukanya adalah jam kerja yang biasanya tengah malam. Misal, ketika kita sudah berusaha membantu pasien melahirkan, tapi tak ada kemajuan meski ketuban sudah pecah, maka pasien itu harus dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi untuk ditangani segera .Nah di situ lah dukanya. Sudah kurang tidur dan berusaha keras, tapi tak berhasil membantu si ibu melahirkan.

Jenjang karier bidan seperti apa?

Sebenarnya tak ada masa jabatan dalam bidan si. Paling si naik jadi kepala pelaksana rumah sakit, ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia) misalnya. Tentu, harus dari bawah dulu.

Apalagi kalau nanti buka praktik, kita mungkin jadi bos di rumah sendiri.

Syarat bidan buka praktik apa saja?

Tentu ada izin SIPB, fotokopi surat izin praktik dipajang di depan dan juga pasang plang bidan. Terus minimal ada peralatan dan obat-obatan yang sesuai prosedur tetap yang berlaku.

Terus, setidaknya ada satu bed (tempat tidur). Maksimal si sekitar 5 bed. Terus ada ruang untuk rawat gabung untuk ibu dan anak. Dan yang tentu sudah berpengalaman profesional untuk menjadi bidan.

Pesan untuk pembaca JB’ers yang bercita-cita menjadi bidan?

Bidan merupakan profesi yang diminati lumayan banyak wanita. Namun untuk menjadi bidan, ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan, yakni kemauan untuk bekerja keras, mempunyai semangat juang yang tinggi, lalu harus cerdas dan smart dan tidak mengandalkan yang lain. Harus cepat, teliti, sabar, ramah dan murah senyum. Lalu ikhlas.

Jika kita ikhlas, masa depan tentu akan baik. Terus bidan harus memiliki karakter yang baik, itu menjadi modal besar untuk ke depan. Karena pekerjaan ini untuk semata-mata mendapatkan pahala dan beribadah.

Selain itu, untuk menjadi seorang bidan harus memiliki keinginan yang kuat. Berasal dari diri sendiri, bukan atas paksaan orangtua. Seorang bidan harus sabar. Sehingga sejak dini, kita harus belajar menghilangkan sifat buruknya. (rei)

Nama: Danisa Putri
Birth/Zodiak: 10 Januari 1996/Capricorn
Film favorit: Twilight, Breaking dawn
Penyanyi favorit: Maroon 5
Makanan favorit: Nasi goreng, Sosis bakar
Minuman favorit: Es jeruk, Squash orange

“Bidan harus memiliki karakter yang baik, itu menjadi modal besar untuk ke depan. Karena pekerjaan ini untuk semata-mata mendapatkan pahala dan beribadah.” The Best OF DANISA’s QUOTEs