Mungkin Anda pernah menjumpai adanya kantong plastik berisi air tergantung di warung, kantin atau bahkan restoran yang lumayan besar. Biasanya, kantong-kantong tersebut digantung di sudut tiang atau juga diletakkan satu-per-satu di setiap meja.

Isinya pun beragam. Ada yang berisi beberapa potong cabai (lombok) baik cabai rawit atau cabai merah. Kemudian potongan ketimun, atau ada juga yang tidak berisi apa-apa. Jika ditanyakan, rata-rata jawabannya adalah untuk mengusir lalat dan nyamuk dan juga serangga lain.

Namun ternyata, hal ini tidak dijumpai di Indonesia saja tetapi juga di luar negeri (atau mungkin kebetulan pemilik restoran di luar negeri adalah orang Indonesia ya..). Yang jelas ada beberapa artikel berbahasa Inggris yang menulis tentang hal ini. Lalu pertanyaannya apakah metode ini benar-benar efektif? Apakah memang bisa? Ini yang akan coba kita kupas disini.

Lalat sendiri memang dianggap binatang pengganggu. Selain ada anggapan bahwa orang yang dihinggapi lalat berarti ‘bau’ atau ‘belum mandi’ lalat memang berpontensi menyebarkan beberapa penyakit mematikan seperti kolera, lepra, TBC, demam tifoid, salmonella dan juga bakteri penyebab disentri. Lalat berkembang biak di sampah, kotoran dan daging busuk. Benar-benar hewan yang tidak ingin Anda jumpai berada di mangkok sup Anda.

Sebenarnya, ada sebuah alasan yang masih bisa dibilang rasional tentang penggunaan kantong air ini. Hal ini berkaitan dengan kinerja mata dari lalat. Lalat diketahui memiliki kesadaran sensorik yang sangat baik dan kemampuan manuver udaranya yang cekatan. Hal tersebut disebabkan oleh kedua mata majemuknya. Mata lalat terdiri dari sepasang mata besar kompleks. Setiap mata kompleks tersebut terdiri dari 3000 sampai 6000 mata sederhana. Lalat tidak dapat memusatkan perhatian pada sebuah objek tertentu dari lingkungan sekitarnya, namun mereka justru memiliki pandangan hampir ke segala penjuru arah. Hal ini mirip seperti pengawas di kasino yang memiliki puluhan bahkan ratusan kamera dalam ruangannya. Setiap kamera menampilkan video dari segala penjuru kasino.

Selain itu, lalat juga memiliki tiga mata tambahan sederhana yang disebut ocelli. Ocelli ini terletak diantara dua mata majemuk. Fungsi kerjanya mirip kompas, dengan mata ini lalat dapat mengetahui arah terbangnya. Namun ocelli dapat bekerja maksimal di daerah yang diterangi sinar matahari.

Kembali kepada kantong plastik air. Penjelasan di atas adalah satu-satunya alasan logis yang bisa diterima. Seperti diketahui, air akan membiaskan cahaya, cahaya yang datang akan dibelokkan saat cahaya tersebut melewati air. Dengan demikian bayangan yang muncul juga akan bergeser dari letak objek sebenarnya. Refraksi ini yang disebut-sebut mendasari penggunaan kantong plastik air.

Refraksi terjadi ketika objek yang jelas atau buram, seperti sepotong kaca atau kantong air mengubah arah dan kecepatan cahaya. Ilusi optik ini yang diharapkan dapat membuat bingung lalat sehingga terbang menjauh.

Sebuah penelitian juga pernah dilakukan di Amerika. Mike Stringham, profesor entomologi di North Carolina State University melakukan uji coba lapangan selama 13 minggu. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah kantong air dapat digunakan untuk mengurangi populasi lalat di peternakan telur. Stringham memasang kantong-kantong plastik berisi air pada dua peternakan telur. Setelah itu Ia mengukur akitivitas terbang di titik-titik yang terpasang kantong plastik ini.

Hasilnya adalah, justru daerah yang terpasang kantong plastik ini memiliki aktivitas lalat yang tinggi. Hal ini diukur dari jumlah muntahan lalat (regurgitated material) setelah lalat makan. Namun penelitian ini memiliki satu kelemahan, yaitu penelitian tidak dilakukan di bawah kondisi pencahayaan alami alias kedua peternakan telur tersebut minim cahaya matahari. Studi ini tidak mengeksplorasi kemungkinan bahwa sinar matahari dapat peningkatan efisiensi kantong air.

Pendapat lain menyebutkan bahwa kantong air ini hanya menimbulkan efek plasebo. Ini adalah efek yang lazim dalam dunia medis dimana pasien akan berpikir dia sudah merasa lebih baik berkat pengobatan yang dijalani di mana bahkan pengobatan tersebut sebenarnya tidak mengobati penyakitnya.

Nah, lalu bagaimana kesimpulannya? Jawaban yang kita coba cari sepertinya kembali lagi kepada Anda. Yang jelas belum ada bukti ilmiah tentang penggunaan kantong air untuk mengusir serangga khususnya lalat, beberapa laporan tentang keberhasilan penggunaan kantong air juga nilainya masih fifty-fifty antara yang berhasil dan yang gagal. Anda punya komentar? (rei)